BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 07 JANUARI 2026 • 13:43 WIB

Krisis Influenza di AS: Lonjakan Kasus yang Mencekam

Krisis Influenza di AS: Lonjakan Kasus yang MencekamKrisis Influenza di AS: Lonjakan Kasus yang Mencekam

Kasus influenza di Amerika Serikat mencetak rekor tertinggi dalam 25 tahun terakhir, mengakibatkan hampir seluruh negara bagian mengalami peningkatan tajam. Varian baru influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai 'super flu', menjadi penyebab utama di balik lonjakan ini.

Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter karena gejala mirip flu mencapai 8,2 persen pada pekan terakhir tahun lalu. Angka ini meningkat dari 6,7 persen pada periode yang sama musim sebelumnya, menggambarkan betapa mendesaknya situasi saat ini.

Kondisi Kesehatan Masyarakat di AS

Menurut ahli epidemiologi dari Johns Hopkins Center for Health Security, Dr. Caitlin Rivers, situasi ini mencerminkan tahun yang sangat berat untuk kesehatan masyarakat. 'Kita belum pernah melihat kondisi seperti ini setidaknya dalam dua dekade terakhir,' ujarnya.

Dengan banyak wilayah di AS masih berada di fase puncak penularan, layanan kesehatan menghadapi tekanan yang sangat tinggi. Di Massachusetts, otoritas kesehatan telah melaporkan tantangan serius di rumah sakit untuk menangani lonjakan pasien, khususnya anak-anak dengan kondisi parah.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dampak Lonjakan Kasus Influenza

Menurut CDC, sekitar 11 juta orang telah terinfeksi flu musim ini, dengan 120 ribu pasien dirawat di rumah sakit serta sekitar 5.000 orang meninggal dunia. Angka kematian ini termasuk sembilan anak, yang menunjukkan dampak serius dari lonjakan kasus ini.

Para pakar menyatakan bahwa lonjakan ini tidak biasa, mengingat beratnya musim flu tahun lalu. 'Kami melihat anak-anak sakit parah, keluarga yang kehilangan orang tercinta dan rumah sakit yang berada di bawah tekanan kapasitas,' ungkap Komisioner Kesehatan Publik Massachusetts, dr. Robbie Goldstein.

Strategi Vaksinasi dan Pencegahan

Dalam menghadapi krisis ini, para ahli mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi sebagai langkah pencegahan yang sangat vital. Dr. Michael Osterholm dari University of Minnesota mendorong, 'Jika belum divaksin, lakukan sekarang. Jangan menunggu.'

Namun, CDC melaporkan adanya penurunan dalam tingkat vaksinasi flu, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, yang dapat memperburuk situasi. Vaksin flu saat ini terbukti mampu melindungi dari sakit berat dan kematian, meskipun tidak sepenuhnya mencegah infeksi.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Krisis Influenza di AS: Lonjakan Kasus yang Mencekam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!