Ancaman Militer AS di Amerika Latin: Menyoroti Ketegangan Pasca Intervensi di Venezuela
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperluas ancamannya terhadap negara-negara di Amerika Latin setelah intervensi militer di Venezuela.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Ia menyatakan kesiapannya untuk menyerang Kolombia dan mengindikasikan bahwa Kuba akan segera jatuh.
Trump mengkonfirmasi bahwa serangan terhadap Venezuela dilakukan sebagai bagian dari operasi penegakan hukum terhadap penculikan Presiden Nicolas Maduro.
Operasi tersebut yang terjadi pada 3 Januari 2026, dipandang banyak pihak sebagai langkah untuk mengambil alih cadangan minyak Venezuela.
Sementara itu, Trump juga mengancam Presiden Kolombia Gustavo Petro, menyebut Kolombia 'sangat sakit' dan Bogota dikuasai oleh pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan kokain.
Pernyataan ini langsung menimbulkan reaksi keras dari Petro yang menyerukan persatuan di seluruh Amerika Latin dalam menghadapi ancaman dari AS.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Ancaman Trump melampaui Kolombia, dengan Kuba dan Meksiko juga menjadi sorotan dalam komentarnya.
Ia menyebut bahwa Kuba 'sepertinya siap jatuh,' disebabkan buah dari kekurangan pendapatan yang memadai.
Situasi di Meksiko juga menjadi perhatian, di mana Trump menggambarkan kartel yang menguasai negara tersebut dengan pernyataannya, 'Kartel menguasai Meksiko, suka atau tidak.'
Dia menegaskan bahwa intervensi militer AS diperlukan untuk menanggulangi masalah penyelundupan obat yang bersumber dari Meksiko.
Sejumlah kritik muncul atas langkah agresif AS, terutama terkait dengan dugaan motif ekonomi di balik penculikan Maduro, yang dinilai tidak murni berdasarkan kepentingan kemanusiaan.
Sikap Trump yang mempertahankan intervensi militer ditolak oleh banyak pemimpin di Amerika Latin, yang menginginkan kemandirian bagi kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: