BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 05 JANUARI 2026 • 10:59 WIB

Respon Pemerintah Indonesia Terhadap Penangkapan Presiden Venezuela: Implikasi dan Seruan untuk Dialog

Respon Pemerintah Indonesia Terhadap Penangkapan Presiden Venezuela: Implikasi dan Seruan untuk DialogRespon Pemerintah Indonesia Terhadap Penangkapan Presiden Venezuela: Implikasi dan Seruan untuk Dialog

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat pada 3 Januari 2026. Tindakan tersebut menuai perhatian global dan mengundang respons dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Dalam pernyataannya, Kemlu RI menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri serta mematuhi hukum internasional saat menangani situasi ini.

Penangkapan Nicolás Maduro dan Respons Internasional

Penangkapan Maduro, yang berlangsung dalam sebuah operasi militer oleh Amerika Serikat, langsung menarik perhatian dari berbagai sisi. Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan bahwa mereka terus memantau perkembangan situasi ini dengan seksama, mengaitkan tindakan tersebut dengan potensi dampak yang lebih luas.

Dalam pernyataannya, Kemlu RI mengingatkan bahwa penggunaan kekuatan dalam urusan internasional dapat menciptakan preseden yang berbahaya, serta dapat berpotensi mengganggu stabilitas kawasan. Hal ini menunjukkan kekhawatiran Indonesia terhadap ketegangan yang sudah ada dan kemungkinan peningkatan ketegangan yang lebih jauh.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus

Pentingnya Penghormatan Terhadap Kedaulatan

Kemlu RI menegaskan bahwa komunitas internasional harus memberi penghormatan terhadap hak rakyat Venezuela untuk menentukan masa depan bangsa mereka sendiri. Pernyataan ini merupakan cerminan dari komitmen Indonesia terhadap prinsip-prinsip kedaulatan yang mendasari hubungan antar negara.

Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri mengingatkan bahwa ketidakstabilan di negara lain bisa berdampak pada keamanan dan kesejahteraan regional. Dengan demikian, diharapkan semua pihak dapat bersikap bijak dalam menyikapi situasi yang berkembang.

Ajakan Menuju Dialog dan Kepatuhan terhadap Hukum Internasional

Kemlu RI menyerukan agar dialog menjadi jalan keluar yang utama dalam menangani krisis di Venezuela pasca-penangkapan Maduro. Penekanan pada prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum humaniter internasional menjadi bagian integral dari pernyataan tersebut.

Selain itu, pernyataan pemerintah Indonesia juga menyoroti perlunya melindungi warga sipil dalam situasi krisis. Keselamatan dan kesejahteraan warga sipil harus menjadi prioritas utama, merujuk pada tanggung jawab semua pihak dalam melindungi hak asasi manusia.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Respon Pemerintah Indonesia Terhadap Penangkapan Presiden Venezuela: Implikasi dan Seruan untuk Dialog

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!