BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 02 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Mengapa Negara-negara Timur Tengah Memilih Pasir Impor Meski Terdapat Gurun Luas?

Mengapa Negara-negara Timur Tengah Memilih Pasir Impor Meski Terdapat Gurun Luas?Mengapa Negara-negara Timur Tengah Memilih Pasir Impor Meski Terdapat Gurun Luas?

Negara-negara seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terus mengimpor pasir meskipun dikelilingi gurun pasir yang luas. Data menunjukkan bahwa kebutuhan konstruksi mereka lebih bergantung pada pasir dari negara lain ketimbang sumber lokal.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Kualitas Pasir Gurun dan Kebutuhan Konstruksi

Pasir gurun memiliki butiran yang bulat dan halus akibat proses erosi waktu yang lama. Karakteristik ini membuatnya tidak sesuai untuk pembuatan beton, yang memerlukan butiran kasar dan bersudut.

Untuk proyek konstruksi, pasir ideal biasanya berasal dari dasar sungai, danau, dan laut, yang menghasilkan butiran lebih bersudut dan mampu mengikat lebih baik dalam campuran beton.

Kendati memiliki pasir gurun yang melimpah, negara-negara di kawasan ini menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan proyek construction Vision 2030 Arab Saudi, termasuk pengembangan kota futuristik seperti NEOM.

Peran Australia sebagai Pemasok Utama

Australia telah muncul sebagai salah satu eksportir pasir terbesar di dunia, mengekspor pasir senilai US$273 juta pada tahun 2023. Arab Saudi tercatat mengimpor pasir senilai sekitar US$140 ribu dari Australia pada tahun yang sama.

Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM

Walaupun nilai impor ini terlihat kecil, ini mencerminkan ketergantungan strategis Arab Saudi pada kualitas pasir untuk proyek-proyek berskala besar. Megaproyek seperti NEOM dan The Line memerlukan pasokan beton dalam jumlah besar, yang tidak bisa dipenuhi oleh pasir lokal.

Proyek-proyek ini menghadirkan tantangan signifikan terkait penyediaan material konstruksi yang memenuhi standar internasional, menempatkan mereka dalam posisi yang rumit.

Dampak Global dan Solusi Alternatif

Keadaan yang dihadapi Arab Saudi juga terjadi pada Uni Emirat Arab, terutama di Dubai dan Abu Dhabi, yang juga bergantung pada pasir impor. Contohnya adalah pembangunan Burj Khalifa, menara tertinggi di dunia, yang tidak dapat menggunakan pasir gurun lokal.

Pembangunan Palm Jumeirah di UEA, yang membutuhkan 186,5 juta meter kubik pasir laut, semakin memperjelas krisis geografis yang lebih besar. PBB dan UNEP telah memperingatkan dampak negatif dari eksploitasi pasir besar-besaran terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Beberapa daerah sudah mulai mencari alternatif, seperti pasir buatan dan memanfaatkan limbah konstruksi daur ulang, tetapi Arab Saudi belum mengembangkan kebijakan komprehensif untuk mengurangi ketergantungan pada pasir impor.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengapa Negara-negara Timur Tengah Memilih Pasir Impor Meski Terdapat Gurun Luas?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!