Banjir Bandang di Sukabumi: Akses Terputus dan Wilayah Terisolasi
Hujan deras yang melanda Sukabumi pada akhir pekan lalu menyebabkan terjadinya banjir bandang dan longsor yang parah di sejumlah wilayah.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Peristiwa ini mengakibatkan akses transportasi terputus dan memblokir beberapa kampung, serta menyebabkan kerusakan signifikan pada properti warga.
Kampung Karikil di Desa Bojongsari adalah salah satu lokasi yang terdampak banjir dengan jembatan hanyut terbawa arus. Ebol, petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), menyatakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi berdampak pada hampir seluruh desa di Kecamatan Nyalindung.
Menurut Ebol, 'Betul, di wilayah Kecamatan Nyalindung tepatnya di Kampung Karikil ada jembatan yang terbawa banjir bandang sehingga satu kampung terisolasi.'
Bencana ini juga menyebabkan sejumlah rumah tertimbun material longsor, dan warga yang terdampak telah dievakuasi menuju Majelis Taklim Al-Istiqomah untuk menjamin keselamatan mereka.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Di Kota Sukabumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat kerusakan pada sedikitnya 13 rumah akibat banjir. Kerusakan tersebut meliputi atap ambruk, plafon roboh, dan tembok jebol di area Kecamatan Lembursitu dan Cikole.
Joseph Sabaruddin, Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, menjelaskan, 'Dari hasil pendataan sementara, total ada 13 unit rumah yang terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan.'
Di Kecamatan Lembursitu, banjir limpasan terjadi di Jalan Kapitan RT 01/RW 03 dengan dua unit rumah mengalami kerusakan. Meskipun genangan air telah surut pada Minggu malam, dampak yang ditinggalkan terasa sangat signifikan.
Akses jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten terhalang longsor di Kecamatan Nyalindung akibat hujan deras, sehingga badan jalan dipenuhi material tanah dan lumpur. Ahmad, petugas P2BK, menyatakan bahwa pembersihan masih dilakukan secara manual oleh petugas gabungan dan warga.
Camat Nyalindung, Antono, mengungkapkan bahwa tertutupnya akses berdampak pada mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Ia menambahkan, 'Jalan ini merupakan jalur utama penghubung antarwilayah, dengan tertutupnya akses, aktivitas ekonomi warga turut terganggu.'
Jembatan Cidage yang menghubungkan Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja juga mengalami kerusakan parah, menghentikan total akses transportasi di kedua desa tersebut. Saat ini, petugas masih berjaga di lokasi sambil menunggu alat berat untuk membersihkan longsoran.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: