Pengakuan Diabetes Tipe 5: Mendorong Kesadaran Global dalam Penanganannya
Federasi Diabetes Internasional (IDF) baru-baru ini mengakui diabetes tipe 5, sebuah langkah yang ditunggu oleh banyak kalangan medis. Pengakuan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penanganan terhadap kondisi yang memengaruhi sekitar 25 juta orang di seluruh dunia.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Diabetes tipe 5 pertama kali diidentifikasi pada tahun 1955 di Jamaika, tetapi setelah penemuan itu, kondisi ini jarang dibahas dalam literatur medis sampai setelah tahun 1980-an. Meskipun pada saat itu WHO sempat mengakui diabetes tipe ini, perdebatan tentang kevalidannya terus berlanjut hingga IDF akhirnya mengesahkannya pada tahun 2025.
Keputusan IDF untuk mengakui diabetes tipe 5 menandakan perlunya perhatian lebih terhadap kondisi ini, yang sering kali tidak terdiagnosis dengan benar. Banyak penderita yang keliru didiagnosis dengan tipe diabetes lain, yang mengarah pada pengobatan yang tidak efektif dan perlakuan yang tidak memadai.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan
Kondisi diabetes tipe 5 sering kali berhubungan dengan kekurangan gizi kronis, yang merupakan faktor utama penyebabnya. Meredith Hawkins, seorang ahli endokrinologi dari Global Diabetes Institute, menyatakan bahwa diabetes tipe 5 lebih umum dibandingkan dengan tuberkulosis dan hampir setara dengan HIV/AIDS.
Pengakuan ini diharapkan membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut dan perhatian serius terhadap diabetes tipe 5. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kesalahan diagnosa dan pengobatan, yang dapat menimbulkan efek buruk bagi penderita.
Hingga kini, belum ada kesepakatan global mengenai cara mendiagnosis diabetes tipe 5. IDF telah membentuk kelompok kerja yang dipimpin oleh Hawkins untuk menyusun kriteria diagnosis dan pedoman terapi yang formal.
Profil metabolik diabetes tipe 5 dapat berbeda secara signifikan, di mana penderita mungkin hanya membutuhkan sedikit tambahan insulin. Kesalahan dalam penanganan dosis dapat berakibat fatal, terutama di wilayah yang terancam kekurangan pangan, sehingga penting bagi tenaga kesehatan untuk memahami karakteristik unik dari diabetes tipe 5.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: