Presiden Prabowo Instruksikan Semua Elemen untuk Tangani Banjir di Sumatera
Presiden Prabowo Subianto mengarahkan penggerakan semua sumber daya untuk menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa provinsi di Sumatera. Instruksi tersebut disampaikan dalam konferensi pers resmi yang menyiratkan keseriusan pemerintah dalam penanganan bencana ini.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan pentingnya kolaborasi antara semua pihak, baik kementerian, lembaga, maupun masyarakat, untuk mempercepat proses pemulihan. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan solusi yang cepat dan efisien untuk masyarakat yang terdampak.
Dalam konferensi pers di Lanud Halim, Pratikno menyampaikan perintah Presiden Prabowo untuk mengoptimalkan segala sumber daya dalam penanganan bencana. Instruksi ini mencakup semua kementerian, lembaga, serta aparat keamanan termasuk TNI dan Polri.
Pratikno menekankan pentingnya kerja sama yang solid antar masyarakat, relawan, dan pihak terkait. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan pemulihan yang lebih cepat dan efektif bagi wilayah Sumatera yang terguncang.
"Sekali lagi kami tegaskan bahwa Bapak Presiden memerintahkan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah terus mengerahkan segala daya upaya untuk percepatan penanganan pasca-bencana," ujarnya.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Pratikno mengungkapkan bahwa lebih dari separuh kabupaten/kota di tiga provinsi telah beralih dari fase tanggap darurat menuju fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Ini menunjukkan kemajuan dalam penanganan bencana di daerah tersebut.
Di Aceh, tujuh kabupaten/kota telah memasuki fase transisi, sementara 11 kabupaten/kota lainnya masih memperpanjang masa tanggap darurat. Hal ini menandakan bahwa pemulihan masih memerlukan perhatian khusus di beberapa wilayah.
"Di Aceh terdapat tujuh kabupaten/kota yang sudah masuk ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, sedangkan 11 kabupaten/kota di Aceh masih memperpanjang masa tanggap darurat," jelasnya.
Seiring dengan proses rehabilitasi yang berlangsung, pemulihan layanan esensial seperti listrik dan telekomunikasi menjadi fokus utama. Pengiriman genset, mobil penjernih air, dan fasilitas darurat lainnya dilakukan untuk mendukung masyarakat yang terkena dampak bencana.
Pratikno melaporkan bahwa jaringan telekomunikasi telah kembali normal di 14 kabupaten/kota, dan penambahan unit komunikasi dilakukan di daerah yang masih terdampak. Ini sangat penting untuk memastikan komunikasi yang efektif selama pemulihan.
"Kami saat ini menambah 218 unit dan bersamaan dengan itu percepatan pemulihan jaringan komunikasi terus dilakukan," imbuhnya.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: