BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 10:35 WIB

Risiko Tersembunyi: Kebiasaan Mengupil dan Kesehatan Otak

Risiko Tersembunyi: Kebiasaan Mengupil dan Kesehatan OtakRisiko Tersembunyi: Kebiasaan Mengupil dan Kesehatan Otak

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan mengorek hidung atau mengupil berpotensi meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Reports dan memberikan perspektif baru tentang hubungan antara kebiasaan sehari-hari dan kesehatan otak.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Meskipun hubungannya dianggap lemah, peneliti menekankan bahwa mengupil dapat berkontribusi pada perkembangan demensia melalui saluran infeksi yang bisa merusak sistem saraf. Temuan ini memberikan alasan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan kebiasaan yang tampaknya sepele ini.

Penelitian dan Metodologi

Para peneliti dari Griffith University di Australia fokus pada bakteri Chlamydia pneumoniae dalam kajian ini. Bakteri ini dikenal dapat menginfeksi manusia dan ditemukan di otak sejumlah penderita demensia berusia lanjut.

Percobaan dilakukan pada tikus dan menunjukkan bahwa bakteri ini dapat bergerak melalui saraf penciuman yang menghubungkan rongga hidung dan otak. Kerusakan pada epitel hidung dapat memperburuk infeksi saraf dan meningkatkan produksi protein amiloid-beta di otak.

Ahli saraf, James St John, menyatakan, "Kami adalah yang pertama menunjukkan bahwa Chlamydia pneumoniae dapat masuk langsung melalui hidung ke otak dan memicu patologi yang menyerupai penyakit Alzheimer." Uji coba ini membuka jalan bagi penelitian lanjutan.

Temuan ini mendorong perlunya perhatian yang lebih besar terhadap dampak infeksi pada manusia. Hal ini menjadi topik penting terutama dalam konteks pencegahan penyakit neurodegeneratif di masa depan.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Respons Sistem Saraf

Studi menunjukkan bahwa bakteri Chlamydia pneumoniae dapat dengan cepat menginfeksi sistem saraf pusat pada tikus. Dalam waktu 24 hingga 72 jam, bakteri ini mampu menembus sistem saraf, memanfaatkan hidung sebagai jalur penyampaian ke otak.

James St John menambahkan, "Kami perlu melakukan penelitian ini pada manusia dan memastikan apakah jalur yang sama bekerja dengan cara yang sama." Permintaan akan penelitian ini menunjukkan pentingnya meyakinkan dugaan awal.

Di tengah potensi risiko yang diidentifikasi, ada kebutuhan mendalam untuk memahami mekanisme di balik infeksi ini. Penelitian lebih lanjut akan menentukan apakah efek yang sama dapat terjadi pada manusia, yang merupakan langkah krusial dalam konteks kesehatan masyarakat.

Dampak Kebiasaan Mengupil

Mengupil adalah kebiasaan umum yang dilakukan banyak orang, diperkirakan 9 dari 10 orang melakukannya. Walaupun manfaatnya tidak jelas, penelitian ini membawa alasan untuk mempertimbangkan risiko kesehatan yang mungkin muncul.

James St John bersama timnya menyarankan untuk menghindari kebiasaan tersebut. Ia menegaskan, "Jika lapisan hidung rusak, Anda bisa meningkatkan jumlah bakteri yang masuk ke otak," menunjukkan hubungan antara kebiasaan ini dan kesehatan otak.

Salah satu pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah apakah peningkatan kadar protein amiloid-beta merupakan respons imun yang alami. Hal ini menekankan pentingnya untuk menyelidiki lebih dalam tentang dampak yang mungkin dimunculkan dari kebiasaan mengupil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Risiko Tersembunyi: Kebiasaan Mengupil dan Kesehatan Otak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!