Pembajakan Besar di Dunia Musik: 86 Juta Lagu dan Data Ratusan Juta Metadata Terancam
Spotify, sebagai salah satu platform streaming musik utama, baru saja mengalami insiden pembajakan besar yang melibatkan salinan data dari pustaka mereka.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Kelompok aktivis yang dikenal sebagai Anna’s Archive mengklaim telah menyalin metadata ratusan juta lagu dan puluhan juta file audio.
Informasi mengenai pembajakan ini pertama kali muncul melalui blog Anna's Archive, yang mengungkap bahwa mereka berhasil mengumpulkan sekitar 256 juta baris metadata dan 86 juta file audio.
Hingga saat ini, hanya metadata lagu yang dirilis ke publik, tanpa adanya file audio utuh yang disebarkan.
Data yang diklaim mencakup total ukuran hampir 300 terabyte dan diperkirakan akan didistribusikan melalui jaringan peer-to-peer (P2P) dalam bentuk torrent.
Hal ini menunjukkan potensi resiko besar terhadap hak cipta dan perlindungan data dalam industri musik.
Spotify mengonfirmasi adanya akses ilegal ke sistem mereka dan seorang juru bicara menyatakan bahwa tindakan scraping terhadap metadata publik telah ditemukan.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Selain itu, pihak ketiga juga diduga menggunakan metode ilegal untuk menembus perlindungan manajemen hak digital (Digital Rights Management/DRM) untuk mengakses beberapa file audio.
Dalam pernyataannya, Spotify menyatakan bahwa mereka telah menonaktifkan akun-akun berbahaya yang terlibat dan berkomitmen untuk meningkatkan keamanan sistemnya.
Langkah-langkah ini diambil untuk melindungi integritas dan keaslian platform dari ancaman yang mengintai.
Insiden ini mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan, terutama mengenai potensi konsekuensi dari data yang berhasil diakses.
Yoav Zimmerman, CEO dan co-founder startup legal-tech Third Chair, menyatakan bahwa, "Secara teori, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat layanan yang mirip dengan 'Spotify gratis' jika memiliki kapasitas penyimpanan dan server yang memadai."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: