Peringatan Penting untuk Pengguna Gmail: Waspadai Penipuan Email yang Siap Mengintai
Google mengingatkan pengguna Gmail untuk lebih waspada karena meningkatnya kasus penipuan melalui email, terutama yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Meskipun telah menghalau lebih dari 99,9% serangan phishing, risiko penipuan tetap mengancam sekitar 2,5 juta pengguna Gmail.
Dalam pernyataan terbaru, Google mengutip lonjakan serangan penipuan yang berhubungan dengan malware. Penjahat siber kini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menciptakan serangan-email yang lebih meyakinkan.
"Dengan lebih dari 2,5 juta pengguna Gmail, kami saat ini menyebarkan model AI untuk memperkuat pertahanan keamanan di Gmail," ungkap Google dalam laporan yang dikutip dari Forbes.
Ancaman ini menuntut perhatian serius dari pengguna, terutama dengan teknologi AI yang semakin canggih.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Langkah yang dapat diambil pengguna untuk melindungi privasi mereka adalah dengan menyembunyikan alamat email dari kemungkinan penipuan. Apple, misalnya, telah meluncurkan fitur 'Hide My Email' yang memungkinkan pembuatan alamat email unik untuk situasi tertentu.
"Untuk menjaga kerahasiaan alamat email pribadi Anda, Anda dapat membuat alamat email unik yang diteruskan ke akun email pribadi Anda," jelas Apple terkait fitur tersebut.
Google juga berupaya melakukan hal serupa dengan meluncurkan fitur 'Shielded Email', memungkinkan penciptaan alamat email alias untuk penggunaan terbatas.
Meskipun sistem canggih Google terus berupaya meningkatkan deteksi spam dan penipuan, peran aktif pengguna juga tidak kalah penting. Pengguna disarankan untuk menggunakan opsi 'Hide My Email' di Apple atau 'Shielded Email' di Android.
Selain itu, penting untuk membuat alamat email baru untuk keperluan publik yang tidak terintegrasi dengan layanan lain sebagai pencegahan ekstra.
"Jangan mengklik tautan apapun yang terdapat dalam inbox, meskipun terlihat berasal dari institusi resmi," ujar para ahli keamanan siber.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: