Menu Makanan Gizi di Ciseeng: Protes dan Tindakan Resmi
Menu makan bergizi gratis yang disajikan di SMP Islam Ciseeng, Bogor, menjadi topik hangat di media sosial seiring kritik terhadap komposisi hidangannya. Banyak yang meragukan apakah menu tersebut memenuhi standar gizi yang seharusnya diterima siswa.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Kekhawatiran muncul ketika biaya bahan makanan diperkirakan tidak lebih dari Rp 2.000, jauh dari anggaran ideal Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per siswa. Ini mendorong berbagai pihak untuk mendesak evaluasi lebih lanjut terhadap kebijakan penyajian gizi di lembaga pendidikan.
Menu yang terdiri dari keripik tempe, kacang goreng, biskuit, dan jeruk dianggap tidak memadai untuk kebutuhan gizi siswa. Unggahan di media sosial memperlihatkan gambar menu tersebut, menambah keprihatinan masyarakat.
Banyak warganet yang menganggap bahwa bahan makanan yang disajikan jauh dari harapan, mengingat anggaran yang ditetapkan untuk setiap siswa. Mereka mencemaskan bahwa penyajian menu ini dapat memengaruhi kesehatan dan nutrisi siswa yang ada di SMP tersebut.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Sebagai respons terhadap kritikan ini, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk melakukan pengecekan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SMP Ciseeng. Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menegaskan pentingnya mengevaluasi kesesuaian menu yang disajikan kepada siswa.
Sony Sanjaya menyatakan, "Setiap menu yang dinilai tidak memenuhi standar gizi akan dilakukan pengecekan langsung ke kepala SPPG dan ahli gizi. Bila memang faktual sesuai informasi, maka kepala SPPG dan ahli gizi diberikan teguran dan tercatat."
Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga berinisiatif untuk mengevaluasi SPPG terkait masalah penyajian menu MBG. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Fusia Meidiawaty, mengungkapkan bahwa tim evaluasi telah diturunkan untuk meninjau kasus ini.
Dr. Fusia menekankan pentingnya prosedur yang ketat dalam penyediaan menu. "Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan tim ahli gizi SPPG untuk meninjau kembali siklus menu yang disajikan," tuturnya.
Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: