Tragedi di Medan: Siswa SD Diduga Terkait Pembunuhan Ibu
Polisi sedang menyelidiki kasus pembunuhan yang melibatkan seorang siswi sekolah dasar berusia 12 tahun di Medan, yang diduga membunuh ibu kandungnya.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Kasus ini terjadi di Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, dan saat ini mendapatkan perhatian intensif dari pihak kepolisian serta tim pendamping yang berkompeten.
Peristiwa tragis ini berlangsung pada Rabu, 10 Desember, ketika korban, FS, tidur di rumah bersama kedua putrinya. Suami korban berada di lantai dua saat anak mereka yang lebih besar teriak memanggil ayahnya, dan ketika ia datang, mendapati FS tergeletak bersimbah darah.
Kepala Lingkungan V Kelurahan Tanjung Rejo, Tono, mengungkapkan bahwa informasi mengenai insiden ini diterima sekitar setelah salat Subuh. Ayah dari anak tersebut segera menghubungi ambulans dan meminta bantuan polisi setelah menemukan keadaan istrinya yang sudah tak bernyawa.
Informasi awal yang diperoleh menyebutkan bahwa sehari sebelumnya, FS sempat memarahi putri pertama mereka. Hal ini diduga sebagai pemicu reaksi dari A, anak mereka yang berusia 12 tahun.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan pendamping yang kompeten untuk menjaga hak anak. "Sabar lah, kan masih berproses. Ini masih banyak pendamping, itu di rumah aman (ditempatkan)," ungkapnya.
Pentingnya kehati-hatian dalam proses ini ditekankan mengingat terduga pelaku masih berstatus anak-anak. "Nanti kita update lah, ini mau kita tuntaskan," jelas Bayu.
Hasil otopsi korban masih dalam proses dan akan diumumkan setelah seluruh rangkaian penyelidikan selesai. "Hasil otopsi nanti ya. Saya di luar ini, sabar lah," tambahnya.
Tim Inafis Polrestabes Medan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti yang diperlukan. Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk keperluan autopsi pada pukul 08.15 WIB.
Tono menyatakan bahwa saat memasuki rumah tersebut, FS sudah dalam kondisi bersimbah darah, dan ia tidak mengetahui jumlah luka tikaman yang dialami. Saat ini, A sudah berada di kantor polisi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Jumlah saksi yang telah diperiksa belum diumumkan. Polisi sedang berupaya untuk memastikan pemahaman yang akurat mengenai fakta-fakta yang ada. "Penyelidikan butuh waktu. Pelan-pelan," tutup AKBP Bayu.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: