Mengantuk Saat Berkendara: Penyebab dan Upaya Menghindari Kecelakaan
Mengantuk saat berkendara di jalan tol dapat menjadi faktor pemicu kecelakaan beruntun yang sering tidak disadari pengemudi.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Fenomena highway hypnosis dapat mengakibatkan hilangnya fokus, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Menurut Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, pengantukan saat berkendara dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kebosanan, kelelahan fisik, dan kondisi kesehatan pengemudi.
"Ngantuk itu banyak macam. Ada karena monoton (melihat jalan), keletihan, ada juga karena sakit," kata Jusri.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda kelelahan dan beristirahat secara teratur.
Istirahat yang tepat sangat dianjurkan, terutama setiap dua jam perjalanan.
Jusri mengingatkan pentingnya membatasi waktu berkendara, tidak lebih dari 10 jam dalam satu hari.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Jika tidak, risiko kejadian micro sleep yang dapat berujung pada kecelakaan menjadi meningkat.
Kualitas tidur saat beristirahat juga sangat penting. Istirahat yang berkualitas dapat dilakukan dengan cara tidur sejenak tanpa gangguan.
"Tidur adalah istirahat terbaik, dan tidak ada istirahat yang berkualitas melebihi tidur," tambahnya.
Jusri menjelaskan tentang highway hypnosis, keadaan di mana pengemudi masih membuka mata tetapi kehilangan fokus.
"Highway hypnosis itu kayak roll film yang tiba-tiba ada bagian putus. Pengemudi sadar-sadar langsung ngerem karena kaget lihat lampu rem mobil di depan," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: