Ancaman Gempa Bumi di Jakarta: Penelitian Tentang Sesar Aktif
Jakarta, ibu kota Indonesia, menghadapi ancaman serius dari gempa bumi akibat patahan sesar yang aktif. Penelitian terbaru mengungkapkan potensi gempa berkekuatan besar yang dapat memengaruhi kawasan padat penduduk ini.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Associate Professor di ITB, Endra Gunawan, menjelaskan pentingnya penelitian seismogenik di Sesar Jakarta untuk mitigasi risiko bencana. Penelitian ini memberikan wawasan penting agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bahaya gempa.
Endra Gunawan menyatakan bahwa analisis dengan metode GNSS slip-rate mengungkapkan deformasi kerak di wilayah Jakarta yang terukur secara periodik. Laju pergeseran pada patahan di bagian selatan Jakarta mencatat sekitar tiga milimeter per tahun dan memiliki kedalaman penguncian tujuh kilometer.
Penelitian ini memperkuat pentingnya pemantauan deformasi sebagai dasar mitigasi modern. Dalam konteks ini, hasil penelitian diharapkan mendukung upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko gempa di kawasan perkotaan.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Sesar Baribis-Kendeng adalah salah satu sesar utama yang berpotensi memengaruhi Jakarta. Menurut Sonny Aribowo dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, sesar ini melintasi berbagai daerah di Jawa Barat dan mencakup bagian selatan Jakarta.
Sonny menekankan bahwa pemahaman lokasi jalur aktif sesar penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya gempa. Fokus penelitian di wilayah padat penduduk seperti Jakarta dan Bogor menjadi krusial untuk memahami dan memitigasi geografi seismik.
Walaupun Jakarta dikenal sebagai kota metropolitan yang relatif aman, catatan sejarah mencatat bahwa kota ini pernah mengalami berbagai kejadian gempa besar. Di antara peristiwa mencolok tersebut adalah gempa yang terjadi pada tahun 1699, 1780, dan 1903.
Keberadaan lempeng tektonik aktif di kawasan Indonesia menjadikan Jakarta rentan terhadap ancaman gempa. Rata-rata, BMKG mencatat sekitar 30 ribu kali gempa terjadi setiap tahunnya, sehingga kebutuhan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menjadi semakin mendesak.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: