Kecelakaan Tragis di SDN Kalibaru 01: Mobil Makanan Menabrak Siswa dan Guru
Sebuah kecelakaan tragis terjadi di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, ketika mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak siswa dan guru. Peristiwa ini mengakibatkan 21 orang terluka, memicu kepanikan di area sekolah.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, mengungkapkan bahwa sopir mobil tersebut mengaku salah menginjak pedal gas saat berusaha merem. Badan Gizi Nasional memastikan biaya pengobatan semua korban akan ditanggung.
Kecelakaan terjadi pada Kamis pagi saat mobil MBG yang biasa mengantarkan makanan kepada siswa meluncur ke arah sekolah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa sopir mengalami situasi tidak terduga saat mobil melaju tanpa kendali.
Mobil yang hendak memasuki area sekolah mendadak menerobos pagar tertutup dan langsung meluncur ke arah kerumunan siswa. "Telah terjadi kejadian mobil MBG yang memang setiap hari mengantar makanan di tempat itu karena sopirnya ganti, padahal pintunya tertutup," ujar Pramono.
Setelah menabrak pagar, mobil berwarna putih itu terus melaju dan menabrak para siswa yang berkumpul di lapangan. Situasi di lapangan belajar berubah menjadi kepanikan, dengan siswa terjepit di bawah kendaraan.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, menjelaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sopir mengaku bahwa saat mobil hendak naik tanjakan, rem tidak berfungsi dengan baik, sehingga ia salah menginjak pedal gas.
"Jadi keterangan dari si sopir, itu kan sekolahnya di atas, tanjakan. Nah kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan itu ke sekolah. Ini keterangan sementara ya, bukan pasti ya," terangnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) juga menyatakan bahwa mereka akan menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian untuk mengetahui lebih lanjut penyebab mobil melanggar ke halaman sekolah dan menabrak siswa.
Sebanyak 21 orang termasuk siswa dan guru mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Redy Hendra Gunawan, Staf Khusus BGN, memastikan bahwa lembaga tersebut akan menanggung semua biaya pengobatan para korban.
"Sesuai arahan Pak Kepala, kami fokus ke penanganan korban. BGN menanggung semua biaya," ucapnya. Hal ini menunjukkan komitmen BGN untuk memenuhi kebutuhan kesehatan para korban.
Gubernur Pramono Anung juga meminta agar semua pihak memberikan dukungan kepada para korban yang dirawat di RSUD Koja. Ia menekankan pentingnya memberikan perhatian penuh kepada mereka yang terkena dampak dari insiden ini.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: