BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 17:13 WIB

Tantangan Kelahiran Prematur di Indonesia: Statistik dan Perawatan yang Diperlukan

Tantangan Kelahiran Prematur di Indonesia: Statistik dan Perawatan yang DiperlukanTantangan Kelahiran Prematur di Indonesia: Statistik dan Perawatan yang Diperlukan

Setiap tahun, sebanyak 675 ribu bayi lahir prematur di Indonesia, menjadikannya sebagai negara dengan jumlah kelahiran prematur kelima tertinggi di dunia.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Angka tersebut menunjukkan signifikansi masalah ini dalam konteks kesehatan anak, di mana kelahiran prematur dianggap sebagai penyebab utama kematian anak di bawah usia lima tahun.

Statistik Kelahiran Prematur di Indonesia

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 15 juta bayi lahir prematur setiap tahunnya, dan lebih dari satu juta di antaranya meninggal akibat komplikasi yang seharusnya dapat dicegah.

Dalam konteks nasional, Profil Kesehatan Indonesia 2024 menunjukkan bahwa 26,4 persen kematian bayi terjadi pada masa neonatal, dengan penyebab utama yang terkait adalah prematuritas dan bayi berat lahir rendah (BBLR).

Kondisi ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga tantangan besar bagi sistem kesehatan, yang harus mengadaptasi dan memperbaiki kebijakan serta perawatan bagi bayi-bayi yang lahir sebelum waktunya.

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan

Pentingnya Perawatan Bayi Prematur

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Neonatologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rinawati Rosiswatmo, menjelaskan bahwa perawatan terhadap bayi prematur tidak hanya berfokus pada kelangsungan hidup, tetapi juga pada kualitas tumbuh kembang mereka.

"Asupan gizi yang tepat sejak hari pertama sangat menentukan bagaimana bayi dapat bertahan dan berkembang di kemudian hari," tegas Rinawati dalam keterangan setelah seminar nasional bertajuk 'From Fragile Beginnings to Strong Futures: Advancing Nutrition for Premature Infants'.

Kesadaran akan pentingnya gizi dan perawatan yang intensif di awal kehidupan bayi prematur menjadi semakin mendesak, mengingat dampaknya terhadap kesehatan mereka di masa depan.

Pendekatan Holistik dalam Merawat Bayi Prematur

Dokter Ahli Tumbuh Kembang Pediatri di RSCM, Bernie Endyarni Medise, menyoroti perlunya pendekatan menyeluruh dalam merawat bayi prematur.

"Bayi prematur dan BBLR membutuhkan perhatian menyeluruh, bukan hanya dari sisi medis, tetapi juga dari dukungan emosional keluarga, stimulasi, dan asupan gizi yang berkelanjutan," kata Bernie.

Pendekatan yang holistik dan kolaboratif dalam perawatan bayi prematur tidak hanya membantu dalam meningkatkan angka kelangsungan hidup, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup mereka di masa yang akan datang.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tantangan Kelahiran Prematur di Indonesia: Statistik dan Perawatan yang Diperlukan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!