Pelantikan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU: Komitmen dan Tantangan di Depan
KH Zulfa Mustofa resmi dilantik sebagai Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah rapat pleno di Hotel Sultan, Jakarta.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Dalam pernyataannya, Zulfa berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan sebersih-bersihnya dan penuh keadaban sebagai santri.
Setelah dilantik, KH Zulfa Mustofa menyatakan, "Saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri." Komitmen ini menunjukkan keseriusannya dalam memimpin PBNU di tengah tantangan yang ada.
Zulfa menambahkan, bahwa pengurus PBNU di bawah kepemimpinannya akan bertekad lebih solid untuk menjaga persatuan organisasi. "Bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu," ujarnya, menekankan pentingnya kebersamaan dalam organisasi.
Sebagai keponakan Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin, Zulfa juga menyampaikan bahwa ia telah meminta restu dari Ma'ruf Amin sebelum penetapannya. "Saya sudah minta restu beliau. Dan semoga insyaallah restu-restu semuanya membuat perjalanan ini menjadi lebih ringan," kata Zulfa.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Sementara itu, Gus Yahya yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, mengklaim bahwa rapat pleno yang menentukannya sebagai Pj Ketum tidak sah. Ia menyatakan, "Ini sendiri kan secara aturan tidak bisa disebut Pleno," menegaskan perlunya keterlibatan jajaran Tanfidziyah dalam proses tersebut.
Gus Yahya menjelaskan bahwa pleno tidak dapat diadakan hanya oleh jajaran Syuriyah secara mandiri, "Yang mengundang hanya Syuriyah, ini ndak bisa, karena harus, pleno itu harus diundang oleh Syuriyah dan Tanfidziyah," ungkapnya dengan tegas.
Ia juga menyampaikan bahwa pleno tersebut tidak sah karena gagal melibatkan dirinya sebagai Ketua Umum yang sah. "Tidak melibatkan saya sebagai Ketua Umum yang sah," jelas Gus Yahya.
KH Zulfa Mustofa dikenal sebagai sosok yang rendah hati di tengah dunia kepemimpinan PBNU. Dalam pernyataannya, ia mengaku, "Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU," mengakui peran penting para kiai dalam kepemimpinannya.
Setelah terpilih, Zulfa berharap dapat menyelesaikan konflik internal yang mungkin masih ada dalam organisasi besar ini, dan terus menerus mendorong kebersamaan di kalangan pengurus dan anggotanya.
Dengan latar belakang sebagai keponakan seorang tokoh besar dalam organisasi dan negara, harapannya adalah menjadikan PBNU sebagai organisasi yang bersatu dan produktif dalam berkontribusi untuk masyarakat.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: