Era Baru Formula 1: Regulasi 2026 Mengedepankan Teknologi Ramah Lingkungan
Musim 2026 Formula 1 (F1) akan membawa perubahan revolusioner dengan diterapkannya regulasi teknis yang signifikan setelah berakhirnya musim 2025.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Perubahan ini mencakup pengurangan bobot mobil, modifikasi aerodinamika, serta penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Regulasi baru yang akan diterapkan di F1 2026 mencakup modifikasi mendasar pada desain dan spesifikasi mobil. Penurunan bobot mobil mencapai 30 kilogram, dengan bobot minimum ditetapkan pada 768 kilogram, berkurang dari 798 kilogram.
Selain pengurangan bobot, panjang total mobil juga akan dikurangi sebesar 10 cm, dan jarak sumbu roda akan diperkecil hingga 20 cm. Penyesuaian ini bertujuan untuk meningkatkan performa serta dinamika mobil saat melaju di lintasan balap.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Regulasi baru juga akan menghapus sistem Drag Reduction System (DRS) yang sebelumnya digunakan. Sebagai gantinya, sistem aerodinamika aktif akan diimplementasikan, memungkinkan pembalap untuk menyesuaikan posisi sayap depan dan belakang selama balapan.
Pembalap akan memiliki dua mode yang dapat dipilih, yaitu 'X-Mode' untuk lintasan lurus dan 'Z-Mode' untuk tikungan. Dengan inovasi ini, diharapkan kemampuan manuver mobil akan meningkat, terutama dalam situasi menyalip.
Dalam upaya menuju keberlanjutan, F1 2026 akan beralih ke bahan bakar berkelanjutan yang 100% ramah lingkungan. Bahan bakar ini akan diperoleh dari sumber non-fosil, seperti limbah biomassa dan karbon atmosfer.
Langkah ini sejalan dengan komitmen F1 untuk mencapai target 'Net-Zero by 2030', yang bertujuan mengurangi emisi karbon serta menjadikan olahraga ini lebih sesuai dengan tuntutan lingkungan hidup yang semakin mendesak.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: