Gabriel Batistuta: Tipe Penyerang Nomor Sembilan Telah Punah
Bomber legendaris Argentina, Gabriel Batistuta, menegaskan bahwa tipe penyerang dengan nomor punggung sembilan telah punah dalam sepak bola modern.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara setelah ia menghadiri acara drawing Piala Dunia 2026 di Washington, DC.
Dalam pernyataannya, Batistuta mengungkapkan, "Sepak bola terus berkembang. Seorang No.9 seperti Batistuta atau (Christian) Vieri sudah tidak ada lagi." Pernyataan ini mencerminkan perubahan mendasar dalam strategi permainan di level tertinggi.
Penyerang masa kini tidak hanya fokus di dalam kotak penalti. "Penyerang yang berada di sana dan mendominasi area kotak penalti dengan cara tertentu... sekarang sudah berbeda," tambahnya.
Pemain saat ini menunjukkan pergerakan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap taktik permainan yang berubah. "Mereka bergerak ke mana-mana, mereka banyak bergerak," tegas Batistuta.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Gabriel Batistuta memiliki prestasi yang luar biasa selama kariernya. Ia mencetak 183 gol dalam 318 pertandingan di Serie A dan dikenal sebagai salah satu penyerang paling ditakuti di eranya.
Selama sembilan tahun berkarier di Fiorentina, Batistuta menjadi simbol klub dan dihormati dengan patung di Stadion Artemio Franchi.
Di tingkat internasional, Batistuta mencetak 54 gol dalam 78 pertandingan, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Argentina, di bawah Lionel Messi.
Dalam konteks tim nasional, Batistuta menyoroti persaingan antara dua penyerang, Lautaro Martinez dan Julian Alvarez. Ia berpendapat bahwa ini merupakan masalah positif bagi pelatih Lionel Scaloni.
"Saya suka mereka berdua. Ini masalah yang bagus untuk Scaloni. Saya tidak tahu bagaimana dia akan membuat pilihan," ujarnya, menunjukkan keraguannya untuk menentukan pilihan antara keduanya.
Walaupun kedua penyerang memiliki gaya permainan yang serupa, Batistuta yakin mereka dapat berkolaborasi di lini depan. "Mereka mungkin bisa bermain bersama, tetapi mereka seharusnya diminta. Dari luar, sepertinya begitu," kata Batistuta.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: