PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil menghemat biaya hingga Rp 375 juta melalui penerapan teknologi face recognition di 22 stasiun dan 67 line sepanjang tahun 2025.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Lebih dari 10 juta pelanggan telah memanfaatkan inovasi ini, yang mempercepat akses penumpang ke peron di tengah proyeksi lonjakan perjalanan menjelang akhir tahun.
Teknologi face recognition yang diterapkan oleh PT Kereta Api Indonesia memberikan kemudahan dalam pengalaman perjalanan penumpang. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa penerapan teknologi ini telah tervalidasi melalui penggunaan yang masif oleh pelanggan sepanjang tahun 2025.
Melalui inovasi ini, terdapat pengurangan penggunaan kertas tiket sebanyak 25.576 rol. Efisiensi proses boarding juga meningkat, memungkinkan penumpang mengakses peron dengan lebih cepat dan nyaman.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dalam menghadapi periode Nataru, KAI telah mempersiapkan layanan untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan yang signifikan. Anne menambahkan bahwa berbagai kota besar diproyeksikan akan mengalami peningkatan jumlah penumpang, sehingga teknologi ini menjadi komponen penting dalam kesiapan operasional.
Hingga 7 Desember 2025, penjualan tiket untuk periode keberangkatan mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 telah mencapai 1.040.322 kursi, atau sekitar 33,48% dari total 3.107.503 tempat duduk yang tersedia.
KAI terus berupaya untuk meningkatkan layanan digital dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api. Dengan memperkuat layanan melalui teknologi face recognition, diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan efisien bagi pelanggan selama periode liburan akhir tahun.
Anne juga menyampaikan, "Permintaan tiket akan terus meningkat karena penjualan masih berlangsung dan periode Nataru belum dimulai. Kami mengimbau pelanggan untuk membeli tiket lebih awal melalui Access by KAI agar perjalanan dapat direncanakan dengan lebih baik."
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: