Komitmen Rusia untuk Suplai Minyak ke India Tetap Kokoh
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmen untuk memasok minyak ke India tanpa hambatan, di tengah tekanan dari Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan impor minyak Rusia.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan perdana Putin ke India setelah invasi besar-besaran ke Ukraina yang memicu sanksi internasional.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, negara tersebut mengalami gelombang sanksi dari berbagai negara, menjadikannya harus mencari pasar baru untuk ekspor minyaknya.
India kini menjadi pembeli minyak mentah terbesar kedua dari Rusia setelah China. Data dari Centre for Research on Energy and Clean Air menunjukkan bahwa pada bulan Oktober, India menyerap 38% dari total ekspor minyak mentah Rusia.
Sanksi yang dijatuhkan oleh AS juga menjadi sorotan, di mana Presiden AS Donald Trump mengenakan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Rusia, yaitu Rosneft dan Lukoil. Ini menunjukkan perubahan yang signifikan dalam kebijakan energi global.
Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM
Tekanan AS terhadap India semakin meningkat, terutama terkait dengan kebijakan energi yang berhubungan dengan Rusia. Pada bulan Agustus, AS mengenakan tarif sebesar 25% kepada India atas pembelian minyak dari Rusia.
Kondisi ini menempatkan India dalam posisi yang sensitif, mengingat hubungan erat negara tersebut dengan AS, sementara pada saat yang sama, India juga tetap bergantung pada Rusia untuk pasokan energi dan akses ke peralatan militer.
Putin mempertanyakan legitimasi tekanan AS terhadap India, menyebut bahwa 'jika AS berhak membeli bahan bakar kami, mengapa India tidak boleh memiliki hak yang sama?'
Tren impor minyak Rusia oleh India menunjukkan dinamika baru dalam geopolitik energi. Meskipun Amerika Serikat telah melakukan upaya untuk mengurangi ketergantungan negara lain terhadap Rusia, India tampak masih memilih untuk melanjutkan kerjasama.
Trump mengakui bahwa meskipun India telah mengurangi impor, perubahan ini mungkin bersifat sementara, mengingat ketergantungan India pada energi Rusia.
Ketika negara-negara lain berusaha menyeimbangkan hubungan dengan Rusia dan AS, kemitraan energi antara India dan Rusia terlihat semakin solid.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: