Antisipasi Puncak Banjir Rob di Jakarta pada Desember 2025
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memperkirakan puncak banjir rob di Ibu Kota akan terjadi pada 5 Desember 2025. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengindikasikan fenomena ini disebabkan oleh kombinasi fase perigee dan bulan purnama.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa fase perigee dan bulan purnama berpotensi menyebabkan kenaikan muka air laut yang dapat membanjiri pesisir Indonesia. Masyarakat diharapkan mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi bencana ini.
BMKG mengungkapkan potensi rob akan meluas ke pesisir Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan sebagian Maluku antara 2 hingga 10 Desember 2025. Kejadian ini akan menciptakan risiko tambahan bagi masyarakat di wilayah pesisir.
Selanjutnya, dari tanggal 5 hingga 15 Desember, potensi banjir rob akan berlanjut di Banten, Jakarta, pesisir utara dan timur Jawa, serta beberapa wilayah di Kepulauan Riau dan Kalimantan. Fenomena ini menunjukkan bahwa rob akan berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Dari 6 hingga 23 Desember, BMKG memprediksi kejadian rob akan kembali terjadi di pantai utara Jakarta, Banten, serta Pantura Jawa Barat. Kejadian ini menandai pentingnya perhatian terhadap situasi cuaca yang sedang berlangsung.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Gubernur Pramono Anung telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air untuk meningkatkan kewaspadaan di titik-titik rawan banjir. Dalam forum High Level Meeting, ia menekankan pentingnya persiapan menjelang puncak banjir rob yang diprediksi terjadi pada pagi hari tanggal 5 Desember.
Ia mengingatkan bahwa puncak banjir rob diperkirakan terjadi pada pukul 9 pagi. Dengan kondisi air laut pasang dan curah hujan tinggi yang diperkirakan akan segera muncul, kesiapsiagaan menjadi krusial.
Pramono juga menekankan perlunya mitigasi bencana dan strategi penanggulangan yang tepat untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Beberapa daerah kritis seperti Muara Angke dan Marunda diidentifikasi sebagai titik potensi terjangan banjir.
Pemerintah mengingatkan bahwa ancaman banjir tidak akan berakhir pada 5 atau 6 Desember. Pramono Anung menjelaskan bahwa gelombang rob selanjutnya diprediksi akan muncul pada minggu ketiga Desember, menambah tantangan bagi masyarakat pesisir.
Puncak curah hujan tinggi juga diprediksi akan terjadi pada bulan Januari mendatang. Ini menunjukkan bahwa kewaspadaan dan persiapan yang matang sangat diperlukan untuk menghadapi potensi bencana.
Kondisi ini juga menyoroti perlunya perhatian khusus dari berbagai pihak untuk mengatasi isu pengelolaan air dan infrastruktur yang dapat membantu masyarakat di daerah berisiko.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: