Meningkatnya Risiko Penyakit Jantung pada Generasi Muda
Penyakit jantung yang umumnya dianggap menyerang kelompok usia lanjut kini mulai mengintai generasi muda, khususnya Gen Z.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Dengan perubahan gaya hidup yang signifikan, para ahli memperingatkan bahwa banyak anak muda berisiko tinggi mengalami masalah kardiovaskular.
Kebiasaan konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak, garam, dan gula menjadi sorotan utama dalam gaya hidup Gen Z. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya angka obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2 di kalangan orang muda.
Dr. Eduardo Hernandez, seorang ahli jantung di Pusat Perawatan Kardiovaskular The Texas Heart Institute, menyatakan, "Penyakit jantung tidak terjadi dalam semalam, melainkan akibat perubahan kesehatan yang dapat dimulai bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, sebelum gejalanya muncul."
Berdasarkan catatan medis dan survei kesehatan, banyak pasien yang berusia 30-an mengalami penumpukan plak yang parah di arteri mereka, yang sebelumnya lebih umum terjadi pada generasi yang lebih tua.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Fenomena lain yang mencemaskan adalah gaya hidup sedentari, di mana individu menghabiskan waktu lebih dari delapan jam sehari duduk tanpa aktivitas fisik. Hal ini turut meningkatkan risiko penyakit jantung.
Spesialis penyakit dalam dr. Simon Salim, SpPD-KKV, mengungkapkan, "Sedentary lifestyle, karena kurang gerak seperti kebanyakan duduk, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian."
Hasil studi yang dipublikasikan dalam JACC, jurnal utama American College of Cardiology, juga menunjukkan bahwa waktu duduk yang berlebihan dapat berakibat fatal bagi kesehatan jantung.
Menjaga kesehatan jantung sejak usia muda sangatlah penting. Mulailah dengan mengubah pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik sebagai langkah awal untuk mencegah risiko penyakit jantung.
Dokter merekomendasikan agar individu yang duduk lama di kantor memberikan jeda untuk bergerak beberapa menit setiap jam. Anda juga bisa berupaya untuk lebih aktif saat berangkat dan pulang kerja dengan berjalan kaki.
Selain itu, mengurangi konsumsi makanan olahan dan mengelola stres secara efektif bisa membantu dalam menjaga kesehatan jantung.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: