BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 11:01 WIB

Banjir Aceh dan Sumatera: Tanda-tanda Surutnya Bencana dan Upaya Penanggulangan

Banjir Aceh dan Sumatera: Tanda-tanda Surutnya Bencana dan Upaya PenanggulanganBanjir Aceh dan Sumatera: Tanda-tanda Surutnya Bencana dan Upaya Penanggulangan

Banjir yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera mulai menunjukkan tanda-tanda penyusutan setelah beberapa hari cuaca cerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Kepala BNPB, Suharyanto, mengonfirmasi kerusakan infrastruktur akibat banjir yang membuat evakuasi dan penanganan bencana jadi semakin menantang. Pekerjaan evakuasi kayu gelondongan yang merusak permukiman warga sudah dimulai.

Status Terkini Banjir di Aceh dan Sumatera

Pada Selasa, 2 Desember 2025, Kepala BNPB, Suharyanto, memperbarui informasi mengenai kondisi banjir di wilayah terdampak. Ia mengatakan, 'Mayoritas sudah surut karena empat hari ini cuaca cerah. Hanya infrastruktur yang putus (jalan/jembatan).'

Data terakhir menunjukkan jumlah korban jiwa akibat bencana ini mencapai 604 orang. BNPB juga merilis informasi melalui situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) mengenai dampak banjir secara menyeluruh.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti

Evakuasi Kayu Gelondongan

Suharyanto mengungkapkan masalah kayu gelondongan yang masuk ke permukiman di Tapanuli Selatan. Dalam menghadapi situasi ini, BNPB telah mengerahkan alat berat untuk menanggulangi kerusakan.

"Kayu gelondongan besar-besar itu di Tapsel. Saya sudah masuk ke sana, alat berat lokal sudah bekerja," ujar Suharyanto. Keberadaan mesin dari BNPB dan tim Kementerian Pekerjaan Umum telah membantu evakuasi kayu yang menambah kendala bagi masyarakat yang sudah terpuruk akibat banjir.

Informasi Korban dan Kerusakan Infrastruktur

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa 1,5 juta orang terdampak banjir, dengan 570 ribu di antaranya harus mengungsi. BNPB mencatat kerusakan infrastruktur yang sangat mendalam.

"Data BNPB juga menyampaikan sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan," ungkap Suharyanto. Kerusakan ini juga mencakup 271 jembatan dan 282 fasilitas pendidikan, menambah tuntutan dalam penanganan bencana ini.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Banjir Aceh dan Sumatera: Tanda-tanda Surutnya Bencana dan Upaya Penanggulangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!