Ketua Umum PBNU Hadiri Pertemuan di Pesantren Lirboyo untuk Bahas Isu Internal
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dijadwalkan untuk menghadiri Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur hari ini, Kamis (27/11). Pertemuan ini dianggap krusial untuk membahas ketegangan yang melanda organisasi tersebut.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Gus Yahya mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, terganggu oleh ketidakpastian respon terhadap permohonan audiensinya. Selain itu, situasi semakin rumit dengan munculnya surat edaran yang meminta pengunduran dirinya sebagai Ketum PBNU.
Konflik dalam tubuh Nahdlatul Ulama semakin memanas setelah rapat Syuriyah pada 20 November 2025. Rapat tersebut menghasilkan surat edaran yang meminta Gus Yahya untuk mundur dalam waktu tiga hari setelah keputusan itu diterima.
Gus Yahya secara terbuka menyatakan keprihatinan terkait keputusan yang diambil tanpa memberikan kesempatan untuk klarifikasi. Ia menegaskan, "Saya dilarang memberikan klarifikasi. Itu yang paling saya sesalkan," menyoroti kurangnya komunikasi yang terjadi dalam proses pengambilan keputusan.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Surat edaran yang menyatakan bahwa Yahya tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum dianggapnya tidak sah. Gus Yahya menegaskan, "Saya masih tetap dalam jabatan saya sebagai Ketua Umum berdasarkan konstitusi organisasi dan juga berdasarkan pengakuan dari seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan di seluruh Indonesia."
Ia menambahkan bahwa keputusan yang diambil tanpa keabsahan menunjukkan adanya perpecahan di dalam organisasi, mengingat surat tersebut ditandatangani oleh Wakil Rais Aam PBNU dan Katib tanpa konsultasi yang memadai.
Gus Yahya menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan masalah yang ada dan berusaha menghubungi Miftachul Akhyar untuk menjadwalkan pertemuan guna membahas solusi. Namun, hingga saat ini, belum ada respons yang memuaskan dari pihak terkait.
Ia juga mengindikasikan akan mengirim pesan untuk meminta audiensi lanjutan. Dalam konteks ini, Gus Yahya menekankan pentingnya stabilitas dalam organisasi yang telah berdiri selama lebih dari satu abad dengan pernyataan, "Mungkin pada satu titik saya akan kirim pesan lagi untuk minta menghadap ya."
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: