Polusi Sungai Angke: Metformin Menjadi Ancaman Lingkungan di Jakarta
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa obat diabetes metformin telah mencemari aliran Sungai Angke di Jakarta, yang menjadi perhatian serius bagi masyarakat.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Laporan tersebut adalah yang pertama kali menunjukkan adanya sisa-sisa obat antidiabetes dalam perairan ibu kota, memperlihatkan masalah polusi baru yang perlu segera ditangani.
Penelitian yang dilakukan oleh BRIN melibatkan pengambilan sampel dari enam titik berbeda sepanjang Sungai Angke pada bulan Juni 2022.
Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa metformin terdeteksi di tiga lokasi dengan konsentrasi bervariasi antara 27 nanogram per liter (ng/L) hingga 414 ng/L.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Metformin merupakan obat yang banyak diresepkan untuk diabetes tipe 2 dan hampir tidak terurai oleh tubuh, sehingga diekskresikan dalam bentuk aslinya melalui urine.
Kandungan metformin di Sungai Angke lebih tinggi dari 5 persen data global mengenai konsentrasi polutan di sungai-sungai, dengan kadar tertinggi melebihi 40 persen rata-rata global, menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.
Dalam publikasi mereka di Springer Nature, tim peneliti BRIN menyatakan bahwa 'tidak adanya proses degradasi alami membuat senyawa ini berpotensi kembali masuk ke rantai makanan dan pada akhirnya berdampak pada kesehatan manusia'.
Penting bagi pemerintah untuk memperkuat pengelolaan limbah domestik, meningkatkan pemantauan polutan farmasi, dan mengembangkan strategi pengendalian yang efektif berdasar pada bukti.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: