Laga Final Piala Dunia U-17 2025: Portugal Vs Austria, Momen Bersejarah Sepak Bola Eropa
Laga final Piala Dunia U-17 2025 mempertemukan dua tim yang baru pertama kali mencapai babak ini, Portugal dan Austria, dalam sebuah pertarungan yang menjanjikan gelar juara baru.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kedua tim akan berjuang keras untuk meraih trofi prestisius yang menjadi impian banyak negara sepak bola, menjadikan final ini sebagai momentum penting dalam sejarah turnamen.
Austria tampil solid sejak awal turnamen dengan memuncaki grup L melalui kemenangan mutlak di tiga pertandingan.
Tim ini melanjutkan performa gemilang mereka di fase knock out, berhasil menaklukkan Tunisia, Inggris, Jepang, dan Italia tanpa kebobolan satu gol pun.
Keberhasilan Austria menaklukkan Italia di semifinal dengan skor 2-0, berkat sepasang gol dari Johannes Moser, semakin menegaskan kekuatan tim ini.
Laju tak terhentikan mereka menjadikan Austria sebagai tim yang patut diperhitungkan dalam final yang sangat dinanti-nanti.
Sementara itu, perjalanan Portugal menuju final terasa lebih berwarna, meskipun mereka sempat mengalami kekalahan dari Jepang di fase grup.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Tim berjuluk Seleção das Quinas ini melangkah ke 16 besar sebagai runner up grup sebelum menunjukkan taring mereka di fase knock out.
Portugal berhasil mengalahkan Belgia, Meksiko, Switzerland, dan Brasil melalui adu penalti di semifinal, di mana pertandingan berakhir imbang tanpa gol.
Kemenangan Portugal dengan skor 6-5 dalam adu penalti di semifinal ditentukan oleh kesalahan penalti dari Angelo dari Brasil, menjadi momen kunci dalam perjalanan mereka.
Kemenangan Portugal atas Brasil menjamin munculnya juara baru di Piala Dunia U-17, mengingat Brasil adalah satu-satunya dari empat tim semifinalis yang sebelumnya pernah meraih gelar.
Austria juga berambisi menambahkan trofi pertama mereka, sekaligus mencari jalan menuju sejarah dalam kompetisi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: