Letusan Gunung Hayli Gubbi: Fenomena Alam Setelah 12.000 Tahun Tidak Aktif
Gunung berapi Hayli Gubbi di Ethiopia meletus untuk pertama kalinya setelah hampir 12.000 tahun tidak aktif, dengan erupsi yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi 14 kilometer ke udara.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Menurut Pusat Peringatan Abu Vulkanik Toulouse (VAAC), letusan ini berlangsung selama beberapa jam dan dampaknya telah meluas ke negara-negara seperti Yaman dan Pakistan.
Gunung Hayli Gubbi memiliki tinggi sekitar 500 meter dan terletak di dalam Lembah Rift, yang dikenal dengan aktivitas geologisnya yang intens.
Menurut laporan VAAC, letusan ini sangat signifikan karena gunung ini tidak pernah meletus selama periode Holosen, yang dimulai sekitar 12.000 tahun lalu.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan gumpalan asap putih tebal, namun keakuratan video tersebut belum dapat diverifikasi.
Pengamat dan peneliti vulkanik memprediksi bahwa letusan ini dapat mengubah kondisi atmosfer di sekitar gunung.
Simon Carn, seorang ahli vulkanologi dari Universitas Teknologi Michigan, mengonfirmasi bahwa Hayli Gubbi tidak memiliki catatan letusan selama periode Holosen.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Konfirmasi ini menjadi penting untuk pengembangan basis data ilmiah mengenai aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.
Letusan ini tidak hanya menambah catatan sejarah gunung tersebut, tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkungan akibat aktivitas geologis.
Data tersebut dapat membantu dalam memahami risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang terkait dengan aktivitas vulkanik.
Hingga saat ini, pihak berwenang Afar belum memberikan informasi mengenai korban jiwa atau pengungsi yang mungkin terdampak oleh letusan.
Penanganan dan evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak lebih luas dari peristiwa ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: