NASA Mengonfirmasi Komet 3I/ATLAS Sebagai Benda Alam
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru saja mengkonfirmasi bahwa Komet 3I/ATLAS adalah benda alam dan bukan kendaraan luar angkasa yang dikira sebelumnya.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Komet ini menjadi sorotan sejak penemuannya pada bulan Juli lalu, memicu berbagai spekulasi dan diskusi di kalangan astronomi.
Dalam konferensi pers pada Rabu (19/11/2025), NASA menjelaskan bahwa 3I/ATLAS adalah komet alami yang berasal dari luar tata surya.
Amit Kshatriya, Associate Administrator NASA, menegaskan, "Objek ini adalah komet. Komet ini terlihat dan berperilaku seperti komet dan semua bukti mengarah pada komet. Namun yang satu ini datang dari luar tata surya."
Komet 3I/ATLAS menjadi komet antarbintang ketiga yang tercatat dalam sejarah dan diperkirakan memiliki usia miliaran tahun, lebih tua daripada matahari dan Bumi.
Tom Statler, kepala peneliti untuk benda kecil tata surya di Divisi Sains Planet NASA, menambahkan bahwa objek ini bergerak tiga kali lebih cepat daripada rata-rata bintang di galaksi.
NASA menyatakan bahwa komet ini mungkin berasal dari tata surya yang lebih tua, memberikan wawasan baru tentang formasi awal sistem bintang.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
"Kami tidak bisa mengatakan ini dengan pasti, tetapi kemungkinannya adalah ia berasal dari tata surya yang lebih tua dari tata surya kita sendiri," kata Statler.
Penemuan ini tak hanya signifikan dari segi astronomi, tetapi juga memberi gambaran tentang masa lalu yang sangat jauh, mendahului pembentukan Bumi dan Matahari.
Komet ini menjadi sumber data berharga untuk memahami sejarah kosmos yang lebih luas.
Citra terbaru dari 3I/ATLAS diambil menggunakan berbagai instrumen, termasuk Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) yang menangkap gambar saat komet ini melintas dekat Mars.
MRO telah mengorbit Mars sejak 2006 dan menggunakan instrumen HiRISE untuk mempelajari detail objek yang melintas di dekatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: