BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 18:09 WIB

Dampak Buruk Game Larut Malam bagi Anak: Apa yang Perlu Diketahui?

Dampak Buruk Game Larut Malam bagi Anak: Apa yang Perlu Diketahui?Dampak Buruk Game Larut Malam bagi Anak: Apa yang Perlu Diketahui?

Bermain game hingga larut malam menjadi kebiasaan bagi sebagian anak di Indonesia. Meskipun tampak biasa, kebiasaan ini dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi perkembangan otak mereka.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Studi terbaru menunjukkan bahwa bermain game hingga subuh dapat mengganggu perkembangan kognitif dan kesehatan mental anak. Mari kita telaah lebih dalam tentang efek berbahaya dari kebiasaan ini.

Pengaruh Gaming terhadap Kesehatan Mental

Studi menunjukkan bahwa bermain game berlebihan dapat menyebabkan kecemasan dan depresi pada anak-anak. Efek ini kerap kali lebih berat ketika anak-anak tidak mendapatkan cukup tidur.

Dr. Mark Griffiths, psikolog asal Inggris, mengungkapkan, 'Pola tidur yang tidak teratur akibat gaming dapat berkontribusi pada gangguan psikologis di kemudian hari.' Banyak anak merasa cemas jika mereka terputus dari game favorit mereka.

Permainan yang terlalu intens juga berpotensi membuat anak menjadi lebih agresif. Ini menjadi kekhawatiran orang tua yang semakin meningkat di era digital ini.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Dampak Negatif terhadap Perkembangan Otak

Kurang tidur akibat bermain game hingga larut malam dapat mengganggu perkembangan kognitif anak. Penelitian yang diterbitkan dalam 'Journal of Pediatric Psychology' menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang tidur menghadapi kesulitan berkonsentrasi dan memiliki masalah dalam memori jangka pendek.

Prof. David Anderson menjelaskan, 'Tidur adalah waktu bagi otak untuk memproses dan mengatur informasi. Tanpa tidur yang cukup, anak-anak kehilangan kesempatan tersebut.' Hal ini dapat memengaruhi performa akademis mereka.

Interaksi sosial juga terpengaruh, di mana anak-anak yang menghabiskan banyak waktu bermain game seringkali mengabaikan komunikasi tatap muka yang penting untuk pengembangan keterampilan sosial.

Mengatasi Kebiasaan Buruk Ini

Orang tua memiliki peran yang penting dalam mengelola waktu bermain game anak. Memperkenalkan batasan waktu bermain bisa menjadi solusi efektif untuk mengurangi kecanduan gaming.

Pak Ridwan, seorang psikolog anak, menjelaskan, 'Melibatkan anak dalam aktivitas fisik di luar ruangan dapat menjadi alternatif yang sehat dan menyenangkan.' Ini bisa mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain game.

Orang tua juga disarankan untuk memantau jenis game yang dimainkan oleh anak. Memilih game yang bersifat edukatif dan kooperatif cenderung memberikan dampak positif dibandingkan dengan game yang kompetitif atau penuh kekerasan.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dampak Buruk Game Larut Malam bagi Anak: Apa yang Perlu Diketahui?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!