Mengenal Retinopati Diabetes: Komplikasi Serius yang Mengancam Penglihatan
Retinopati diabetes adalah komplikasi serius dari diabetes yang dapat mengganggu penglihatan, bahkan berujung pada kebutaan jika tidak ditangani dengan benar.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah di retina, dan memahami gejala serta faktor risikonya sangat penting untuk pengobatan dini.
Retinopati diabetes terjadi ketika diabetes memengaruhi pembuluh darah di retina, bagian mata yang bertanggung jawab untuk penglihatan.
Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya.
Terdapat dua tipe utama retinopati diabetes, yaitu non-proliferatif dan proliferatif. Pada tipe non-proliferatif, pembuluh darah mengalami pembengkakan, sedangkan pada tipe proliferatif, pembuluh darah baru yang tidak normal terbentuk.
Gejala awal sering kali tidak terlihat, tetapi seiring perkembangan penyakit, pasien dapat mengalami penglihatan kabur, titik-titik gelap, atau bahkan kehilangan penglihatan secara tiba-tiba.
Penyebab utama retinopati diabetes adalah kadar gula darah yang tidak terkontrol. Semakin tinggi level gula darah, semakin besar kemungkinan kerusakan pada pembuluh darah retina.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Terdapat faktor risiko lainnya seperti durasi diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, serta kebiasaan merokok, yang semuanya dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya retinopati.
Jika seseorang telah menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2 dalam waktu lama, risiko mengalami retinopati akan jauh lebih tinggi.
Kehamilan juga dapat meningkatkan risiko bagi wanita yang sudah mengidap diabetes, sehingga memerlukan pemantauan lebih ketat.
Pencegahan menjadi kunci utama dalam menghindari retinopati diabetes. Mengontrol kadar gula darah melalui diet sehat, olahraga, dan pengobatan yang tepat sangat dianjurkan.
Pemeriksaan mata secara rutin juga penting untuk mendeteksi gejala lebih awal. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan retina untuk melihat perubahan yang mungkin terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: