Rizky Nur Fadhilah Bukan Korban TPPO di Kamboja: KBRI Konfirmasi Keberadaan Aman
Pesepakbola asal Bandung, Rizky Nur Fadhilah, yang sempat diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja, kini dinyatakan bukan korban dari kasus tersebut.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh mengonfirmasi bahwa Rizky dalam kondisi sehat dan sedang meminta bantuan untuk kembali ke Tanah Air setelah terjebak dalam sindikat penipuan.
Pada 10 November 2025, KBRI menerima laporan dari keluarga Rizky melalui hotline perlindungan WNI. Informasi awal mengenai keberadaan Rizky sangat minim, mengakibatkan kesulitan bagi pihak KBRI dalam melakukan pencarian.
Setelah menjalin komunikasi dengan keluarga, Rizky berhasil tiba di KBRI Phnom Penh secara mandiri pada pagi hari dan meminta bantuan untuk dipulangkan ke Indonesia.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Rizky awalnya mendapatkan tawaran untuk bermain sepak bola di Medan. Namun, tanpa diketahui alasannya, ia justru terjebak hingga ke Kamboja.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Setelah kedatangan Rizky, pihak KBRI Phnom Penh melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap situasi yang dialaminya. Rizky mengaku mengetahui bahwa ia akan bekerja di Kamboja dari informasi yang diperolehnya melalui media sosial, tetapi tidak memberitahukan keluarganya.
Hasil wawancara lebih mendalam menunjukkan bahwa tidak ada kekerasan fisik yang menimpa Rizky saat berada di kantor sindikat penipuan daring di Sihanoukville. KBRI menegaskan bahwa Rizky tidak terindikasi sebagai korban perdagangan orang.
"RNF mendapatkan info lowongan pekerjaan via social media dan selama proses perekrutan tidak mendapatkan tekanan," jelas KBRI dalam keterangannya.
KBRI saat ini tengah mengurus dokumen perjalanan Rizky agar bisa segera kembali ke Indonesia. Langkah ini dilakukan setelah memastikan bahwa kesehatan dan keselamatan Rizky tidak dalam bahaya.
Pihak KBRI juga berkoordinasi dengan instansi terkait di Kamboja untuk mempercepat proses kepulangan Rizky. Berbagai dukungan juga diterima dari beberapa pihak di Tanah Air yang menunjukkan perhatian terhadap kasus ini.
"Saat ini, KBRI Phnom Penh sedang mengurus dokumen perjalanan dan berkoordinasi dengan instansi terkait di Kamboja agar RNF dapat segera kembali ke Indonesia," ungkap KBRI.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: