Erupsi Gunung Semeru: Pendaki Ranu Kumbolo Dalam Keadaan Aman
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meletus, menerbangkan awan panas yang mempengaruhi ratusan pendaki di Ranu Kumbolo.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Sebanyak 178 pendaki sempat terjebak, namun laporan terbaru menunjukkan bahwa mereka dalam keadaan aman dan tidak terkena dampak dari erupsi.
Gunung Semeru adalah salah satu gunung aktif di Indonesia yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Pada 19 November 2025, gunung ini mengalami erupsi yang signifikan, memuntahkan material vulkanik yang menimbulkan perhatian luas.
Berdasarkan konfirmasi pihak otoritas, meskipun terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, radius aman untuk pendakian tetap ditetapkan antara 5-8 kilometer dari puncak gunung. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun aktivitas meningkat, tidak semua area di sekitar gunung mengalami bahaya tinggi.
Namun, volume guguran awan panas yang dihasilkan patut diwaspadai, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendaki, terutama mereka yang berada di Ranu Kumbolo.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Sukaryo, relawan dari Sahabat Volunteer Semeru (Saver), menyatakan bahwa pendaki pertama mencapai Ranu Kumbolo antara pukul 19.00-20.00 WIB pada hari terjadinya erupsi. Informasi dari vulkanologi menunjukkan bahwa pendakian masih diperbolehkan pada pagi hari setelah erupsi.
"Iya, jadi kemarin kan pendakian masih dibuka dari pagi, jadi mereka perjalanan pendaki pertama datang jam 16.00 WIB," ungkap Cak Yo, sapaan akrab Sukaryo.
Meskipun aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat, tidak terdapat abu vulkanik di lokasi Ranu Kumbolo, karena arah guguran awan panas selaras menuju Gladak Perak. Ini memberikan rasa lega bagi para pendaki di wilayah tersebut.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Septi Eka Wardhani, mengonfirmasi bahwa total pendaki yang terjebak diperkirakan sebanyak 178 orang. Pihak PPGST melakukan koordinasi intensif untuk memastikan keselamatan pendaki yang terancam.
"Akan ada tindakan untuk memastikan keselamatan para pendaki, termasuk memantau kondisi dan memfasilitasi evakuasi jika diperlukan," jelasnya.
Tim relawan terus memantau situasi untuk menjamin tidak ada ancaman yang lebih besar. Dinyatakan bahwa Ranu Kumbolo saat ini dalam kondisi aman, meskipun cuaca sedikit berkabut, pendaki dianjurkan tetap waspada.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: