Meta Kembali Teguh Setelah Gagalnya Upaya Regulasi untuk Membatalkan Akuisisi
Perusahaan induk Facebook, Meta, berhasil mempertahankan akuisisi Instagram dan WhatsApp dari upaya pembatalan oleh regulator Amerika Serikat.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Putusan ini muncul setelah hakim federal menyatakan bahwa Meta tidak memegang monopoli dalam sektor media sosial.
Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) sebelumnya berusaha mengharuskan Meta untuk menjual Instagram dan WhatsApp untuk memulihkan persaingan di pasaran.
Mereka menuduh Meta telah mengalokasikan miliaran dolar untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang merupakan pesaing potensial.
Putusan ini dianggap sebagai kemenangan strategis bagi Meta, mengingat meningkatnya tekanan regulasi antitrust yang dimulai pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Jubir Meta mengungkapkan, 'Produk kami memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku bisnis serta menjadi contoh inovasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika.'
Sebaliknya, Joe Simonson, juru bicara FTC, menyatakan, 'Kami sangat kecewa dengan keputusan ini,' menekankan bahwa FTC masih akan meninjau semua opsi yang ada.
Keputusan ini tidak hanya mempengaruhi Meta, tetapi juga mempengaruhi persaingan di seluruh industri teknologi.
Selama proses persidangan, FTC berbicara bahwa Meta memiliki monopoli dan menargetkan platform lain seperti Snapchat dan MeWe sebagai pesaing kunci.
Meta rebut kembali dengan argumen bahwa mereka menghadapi kompetisi yang kian meningkat dari aplikasi seperti TikTok, YouTube, serta aplikasi berbasis pesan lainnya.
Hakim Distrik AS, James Boasberg, menambahkan bahwa lanskap media sosial telah mengalami perubahan drastis dalam lima tahun terakhir, yang turut memengaruhi tuntutan hukum dari pihak FTC.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: