Kasus Pertama Flu Burung H5N5 pada Manusia Ditemukan di Washington
Seorang pria di Washington, Amerika Serikat, dikonfirmasi terinfeksi flu burung subtipe H5N5, menandai kasus pertama di dunia pada manusia.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Pejabat kesehatan menyatakan bahwa risiko penularan virus ini kepada publik tergolong rendah.
Kasus ini diketahui setelah pria tersebut mengalami gejala parah, termasuk demam tinggi, kebingungan, dan gangguan pernapasan pada awal bulan November.
Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington telah menyebutkan bahwa pria ini merupakan kelompok usia tua dengan riwayat penyakit komorbid.
Pasien diketahui memiliki kawanan unggas domestik campuran di halaman belakang rumahnya di Grays Harbor County, di mana baru-baru ini terdapat laporan kematian pada dua burung.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Beberapa burung liar yang dapat mengakses kawasan tersebut dipercaya menjadi sumber paparan virus H5N5.
Pihak berwenang menyatakan bahwa selama penyelidikan berlangsung, pasien dirawat di rumah sakit dan tidak ada kasus serupa ditemukan di kalangan orang lain.
Risiko penularan kepada masyarakat umum dianggap sangat rendah, dan tidak terdapat bukti penularan antar manusia.
Epidemiolog Dr. Dicky Budiman mengungkapkan bahwa kasus ini meskipun serius, tidak berpotensi menjadi pandemi saat ini.
Menurutnya, deteksi virus ini menunjukkan kemajuan dalam sistem pengawasan kesehatan di Amerika Serikat, yang memberikan perhatian lebih terhadap kemungkinan wabah.
Dicky menekankan pentingnya mengawasi kasus-kasus serupa, mengingat potensi mutasi virus dapat terjadi jika H5N5 berinteraksi dengan manusia.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: