Peningkatan Kasus Gagal Ginjal Kronis: Masalah Kesehatan Global yang Terabaikan
Dunia sedang menghadapi masalah kesehatan serius terkait penyakit ginjal kronis yang jarang diperhatikan.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Kasus gagal ginjal melonjak drastis, dengan angka terbaru menunjukkan 788 juta orang dewasa terdampak pada tahun 2023.
Riset terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menunjukkan bahwa kasus gagal ginjal atau CKD meningkat seiring dengan perkembangan gaya hidup modern.
Dalam sebagian besar kasus, penderita berada di stadium awal yang tidak menunjukkan gejala jelas, sehingga mereka tidak menyadari kerusakan yang sedang terjadi pada ginjal.
Menurut IHME, faktor risiko utama meliputi gula darah puasa tinggi, kegemukan, dan hipertensi.
Meskipun diabetes dan hipertensi adalah penyebab utama, pola makan, lingkungan, dan faktor sosial ekonomi juga berkontribusi terhadap peningkatan CKD.
Krisis gagal ginjal ini semakin parah oleh ketimpangan dalam akses layanan kesehatan.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah memiliki beban CKD yang tinggi, namun akses terhadap dialisis dan transplantasi ginjal sangat terbatas.
Di sisi lain, negara maju meskipun memiliki prevalensi CKD yang lebih rendah, memiliki akses yang lebih baik untuk terapi pengganti ginjal.
Ketidaksetaraan ini menyebabkan angka kematian akibat CKD di negara miskin tetap tinggi, karena banyak pasien tidak mendapatkan pengobatan yang diperlukan.
IHME menekankan pentingnya deteksi dini dalam memerangi CKD.
Meskipun banyak negara terkaya memiliki fasilitas kesehatan yang lebih baik, skrining untuk mendeteksi risiko masih jarang dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: