Memerangi Mafia Tanah: Keteguhan Moral dan Integritas di Kementerian ATR/BPN
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa perang melawan mafia tanah memerlukan keteguhan moral aparatur dalam menolak kongkalikong.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Ia menekankan bahwa upaya digitalisasi dan penguatan regulasi tidak akan efektif tanpa integritas di internal Kementerian ATR/BPN.
Nusron Wahid menyatakan bahwa kesuksesan dalam memberantas mafia tanah tidak hanya bergantung pada penegakan hukum.
Ia menegaskan, 'Selama jajaran BPN tidak mau diajak kongkalikong, mafia tanah pasti kabur.'
Strategi yang diusulkan melibatkan integritas aparatur ATR/BPN dan keteguhan untuk menolak godaan dari pihak-pihak tertentu.
Hal ini menjadi pijakan penting dalam mencegah mafia tanah menggunakan celah yang ada di dalam sistem.
Profesionalisme aparatur Kementerian ATR/BPN sangatlah kritis dalam menghadapi tantangan tersebut.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Nusron mengamati bahwa mafia tanah dapat muncul kembali dalam bentuk yang berbeda jika integritas aparatur lemah.
Ia menambahkan, 'Kita berantas, mereka akan muncul lagi dalam bentuk berbeda. Yang berubah hanya modelnya, bukan niat jahatnya.'
Perlunya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dan kepatuhan mutlak di setiap level menjadi sangat penting.
Nusron menekankan bahwa negara harus hadir dalam setiap persoalan pertanahan.
Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh proses penyelesaian kasus dilakukan secara objektif dan transparan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: