Tentara Israel Tembaki Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon
Tentara Israel dilaporkan menembaki Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, khususnya di wilayah selatan. Serangan ini dilakukan dari sebuah tank Merkava yang dikerahkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kejadian ini terungkap dalam laporan resmi UNIFIL pada Minggu, 16 November 2025, di mana tembakan terjadi dekat posisi Israel di wilayah Lebanon.
Dalam pernyataan resmi, UNIFIL mengonfirmasi bahwa serangan tersebut dilakukan sore hari menggunakan peluru dari tank. "Pagi ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menembaki pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dari sebuah tank Merkava dari dekat posisi yang didirikan Israel di teritori Lebanon," kata UNIFIL.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang terus berlanjut di perbatasan Israel dan Lebanon. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun cedera akibat serangan itu.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
UNIFIL menegaskan bahwa tembok berbentuk T yang dibangun oleh Israel telah menerobos Garis Biru yang ditetapkan oleh PBB. "Sebuah tembok beton berbentuk T didirikan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di barat daya Yaroun, membuat 4.000 meter persegi teritori Lebanon tidak bisa diakses oleh warga Lebanon," ungkap laporan UNIFIL.
Bagian tertentu dari dinding juga menghalangi Garis Biru, memicu keprihatinan di kalangan warga lokal. UNIFIL meminta Israel untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Menanggapi laporan UNIFIL, pihak Israel melalui IDF membantah semua klaim mengenai penerobosan Garis Biru. Mereka menyatakan bahwa tembok tersebut merupakan langkah pertahanan yang diperlukan.
"Harus ditekankan tembok itu tidak menerobos Garis Biru," ujar IDF dalam klarifikasinya, menekankan pentingnya keamanan wilayah mereka pasca-perang tahun 2022.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: