BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 09:47 WIB

Hujan Lebat Picu Longsor di Cilacap: BMKG Berikan Peringatan

Hujan Lebat Picu Longsor di Cilacap: BMKG Berikan PeringatanHujan Lebat Picu Longsor di Cilacap: BMKG Berikan Peringatan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap rangkaian faktor cuaca yang menyebabkan longsor di Cilacap, Jawa Tengah setelah hujan berkepanjangan.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Para ahli memperingatkan bahwa kondisi tanah yang basah sangat berpotensi memicu pergerakan tanah, terutama di Kecamatan Majenang.

Rincian Curah Hujan dan Kondisi Tanah

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa curah hujan pada 10-11 November mencapai hampir 100 mm per hari, menjadikan lereng di Kecamatan Majenang sangat rawan longsor.

BMKG mencatat selama periode tersebut, hujan tinggi tercatat 98,4 mm per hari dan 68 mm per hari, di mana sisa hujan ringan setelahnya membuat tanah tetap jenuh air hingga terjadi longsor.

Guswanto menegaskan, 'Cuaca yang ekstrim disebabkan oleh kondisi atmosfer yang mendukung hujan lebat. Ada aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) dan pusaran angin di sekitar wilayah tersebut yang memperkuat pembentukan awan hujan.'

Ancaman Hujan Lebat dan Langkah Penanganan

Andri Ramdhani, Direktur Meteorologi Publik BMKG, mengingatkan bahwa kelembapan udara yang tinggi turut meningkatkan potensi hujan lebat.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Ia menyatakan, 'Hujan sedang hingga lebat diprediksi akan terjadi kembali antara 19-22 November.'

Sebagai langkah antisipasi, BMKG berencana melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi risiko hujan deras yang berpotensi menimbulkan longsor susulan.

Tri Handoko Seto dari BMKG menambahkan, 'Skema OMC akan dirancang untuk melindungi daerah rawan.'

Peringatan untuk Masyarakat dan Koordinasi dari BMKG

BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana.

Kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Bagus Pramujo, memastikan BMKG akan terus memberikan informasi cuaca harian secara aktif.

BMKG juga mendeteksi Bibit Siklon Tropis 97S dan 98S yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem dalam waktu dekat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Hujan Lebat Picu Longsor di Cilacap: BMKG Berikan Peringatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!