Polda Metro Jaya Periksa Ayah Siswa Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Polda Metro Jaya telah memeriksa ayah dari anak berkonflik dengan hukum yang terlibat dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta pada 11 November 2025.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kepala Bidang Humas Polda, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa rincian hasil pemeriksaan ayah ABH masih belum bisa dipublikasikan.
Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi, "Sudah, 2 hari lalu" saat ditanya mengenai pemeriksaan ayah siswa yang terlibat ledakan. Meskipun sudah dilakukan, belum ada hasil yang dapat dipublikasikan kepada masyarakat.
Budi juga menjelaskan bahwa pertanyaan telah diajukan kepada ayah ABH, namun hingga kini belum terdapat informasi rinci yang bisa disampaikan. Ia meminta agar pihak media bersabar menunggu perkembangan lebih lanjut.
Pihak kepolisian saat ini menunggu pemulihan kondisi ABH untuk meminta keterangan darinya. Kombes Budi menambahkan, "ABH belum dimintai keterangan karena kondisi masih belum benar-benar pulih."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Menurut Kombes Budi, penyidik tengah memeriksa sejumlah saksi terkait insiden tersebut. Sebanyak 46 siswa yang berada di lokasi kejadian diwajibkan memberikan keterangan.
"Hari ini yang diminta keterangan adalah saksi anak (siswa sekolah) 46 orang," ujar Budi. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai peristiwa yang mengejutkan masyarakat.
Pihak Apsifor (Asosiasi Psikologi Forensik) juga terlibat dalam pengambilan barang bukti dari tubuh korban. Budi menerangkan bahwa barang bukti yang telah dikumpulkan berupa serpihan seperti paku dan benda-benda lainnya.
Kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta telah menimbulkan keprihatinan luas di kalangan masyarakat. Kejadian ini tidak hanya menyentuh siswa, tetapi juga menciptakan dampak yang lebih besar pada lingkungan pendidikan di Indonesia.
Banyak pihak berharap proses hukum berjalan adil dan transparan, dengan penyidik dituntut untuk mengusut tuntas peristiwa yang menyebabkan ketakutan di sekolah.
Masyarakat juga menunggu informasi lebih lanjut tentang langkah-langkah pencegahan yang akan diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: