Dua Guru Luwu Utara Terima Rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto
Dua guru asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan, merasakan lega dan haru setelah menerima surat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Bagi mereka, hal ini bukan hanya sekedar pemulihan nama, tetapi juga simbol keadilan yang akhirnya mereka dapatkan.
Drs. Abdul Muis, seorang Guru Sosiologi di SMA Negeri 1 Luwu Utara, mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap Presiden. Dengan suara yang bergetar, ia menyampaikan, "Saya pribadi dan keluarga besar saya sampaikan setulus-tulusnya terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan rasa keadilan kepada kami."
Perjuangan Abdul Muis dan rekannya, Rasnal, merupakan proses yang tidak mudah. Keduanya telah melewati berbagai rintangan selama lima tahun mengupayakan keadilan, merasa terpinggirkan oleh birokrasi dan hukum.
Rasnal, mantan Kepala SMA Negeri 1 Luwu Utara, menggambarkan panjangnya perjalanan yang mereka tempuh. "Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Kami telah berjuang dari bawah, dari dasar sampai ke provinsi," katanya.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Usai menerima keputusan rehabilitasi secara langsung, Rasnal tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan, "Saya tidak bisa mengatakan sesuatu kepada Bapak Presiden, terima kasih Bapak Presiden."
Abdul Muis juga menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT. Ia menekankan, "Sekarang dan direhabilitasi, kami punya nama baik," menandakan bahwa pemulihan ini sangat berarti bagi mereka.
Keduanya berharap, keputusan rehabilitasi ini menjadi titik balik dan inspirasi bagi para guru lainnya yang mungkin mengalami situasi serupa.
Rasnal menyampaikan harapannya agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap dunia pendidikan. Ia berharap pengalaman pahit yang mereka alami dapat dihindari oleh para guru di masa depan.
"Semoga ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap guru-guru yang sedang berjuang di lapangan," ungkapnya dengan penuh harapan.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti rasa takut yang dialami oleh guru-guru di Indonesia. "Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui bahwa kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman-hukuman yang tidak pantas," katanya.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: