BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 20:23 WIB

Toyota Investasi Rp 2,5 Triliun dalam Ekosistem Bioetanol di Indonesia

Toyota Investasi Rp 2,5 Triliun dalam Ekosistem Bioetanol di IndonesiaToyota Investasi Rp 2,5 Triliun dalam Ekosistem Bioetanol di Indonesia

Toyota Motor Corporation baru-baru ini mengumumkan investasi signifikan sebesar Rp 2,5 triliun dalam pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia, khususnya di Lampung.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain

Melalui kerjasama dengan PT Pertamina, investasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada ketahanan energi nasional dan mendukung transisi ke energi hijau.

Rincian Investasi dan Kolaborasi

Investasi sebesar Rp 2,5 triliun yang diumumkan selama kunjungan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, ke Jepang merupakan bagian dari strategi Toyota untuk memastikan pasokan bahan bakar bioetanol bagi kendaraan.

Dalam pertemuan tersebut, Todotua dan Masahiko Maeda, CEO Toyota Motor Corporation untuk kawasan Asia, membahas potensi kerjasama dalam pengembangan bioetanol generasi kedua yang bersumber dari limbah pertanian.

Todotua menekankan pentingnya komitmen Toyota untuk mendukung program pemerintah dalam ketahanan energi serta transisi ke energi hijau, dengan memperhatikan kapasitas Indonesia dalam sektor pertanian.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Teknologi dan Sumber Bahan Baku

Toyota merencanakan pemanfaatan teknologi yang dapat mengolah limbah pertanian menjadi bioetanol, hasil kerjasama dengan Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (RABIT).

Menurut Todotua, teknologi pabrik bioetanol generasi kedua ini akan mampu memanfaatkan berbagai limbah pertanian, yang sangat relevan dengan kekayaan sumber daya agrikultur Indonesia.

Sumber bahan baku yang direncanakan antara lain tebu, singkong, dan sorgum, yang diharapkan dapat melibatkan petani lokal serta koperasi tani dalam proses produksi.

Dampak dan Proyeksi Masa Depan

Pembangunan fasilitas bioetanol ini ditargetkan untuk membuka lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mencampur bioetanol dalam bensin sebesar 10% (E10).

Todotua menjelaskan, 'Peluang ini ditangkap oleh Toyota yang juga telah mengembangkan mobil berbahan bakar bioetanol di banyak negara,' menunjukkan keseriusan perusahaan dalam aspek keberlanjutan.

Dengan meningkatnya kebutuhan bahan bakar domestik, fasilitas ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor bagi produk bioetanol ke negara-negara lain.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Toyota Investasi Rp 2,5 Triliun dalam Ekosistem Bioetanol di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!