Tragedi Topan Kalmaegi: Banjir Mematikan di Cebu, Filipina
Topan Kalmaegi telah meluluhlantakkan Filipina, menewaskan 140 orang dan menyebabkan hilangnya 127 jiwa lainnya.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Selain itu, fenomena cuaca ini juga memicu banjir dahsyat yang tengah melanda wilayah Cebu dan diperkirakan bergerak ke arah Vietnam.
Provinsi Cebu mengalami kerusakan parah akibat banjir yang terjadi, banyak laporan menyebutkan bahwa ini adalah kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Banjir yang melanda tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menyeret mobil, gubuk, dan kontainer pengiriman besar ke dalam arus air.
Menurut data dari Kantor Pertahanan Sipil Nasional Filipina, hingga Kamis (6/11), jumlah korban resmi tercatat 114 orang, tanpa menghitung 28 korban tambahan yang dilaporkan oleh otoritas provinsi.
Di Liloan, yang terletak dekat Kota Cebu, setidaknya 35 jenazah telah ditemukan, menambah angka tragis dari jumlah korban yang terdata.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Kondisi banjir yang merusak menyebabkan sejumlah mobil terjebak dan atap-atap bangunan hancur saat penduduk berusaha menggali lumpur yang tertimbun.
Chyros Roa, salah satu penghuni yang selamat, menceritakan bahwa keluarganya harus memanjat atap saat air menerjang rumah mereka. "Arusnya sangat kuat. Kami mencoba memanggil bantuan tetapi tidak ada yang datang," ujarnya.
Presiden Ferdinand Marcos telah mendeklarasikan 'bencana nasional', memberi wewenang kepada pemerintah untuk mendistribusikan bantuan bagi warga yang terdampak dan menetapkan batas harga tertinggi untuk barang-barang pokok.
Langkah ini dinilai krusial dalam menghadapi bencana yang masih berlangsung.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa fenomena badai ini semakin intens akibat perubahan iklim yang dipicu oleh aktivitas manusia.
Mereka mencatat bahwa perairan laut yang lebih hangat memfasilitasi pengembangan topan dengan cepat, sementara atmosfer yang meningkat suhu nya dapat menampung lebih banyak uap air, sehingga meningkatkan curah hujan secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: