Dampak Infeksi COVID-19 terhadap Kesehatan Reproduksi Pria dan Keturunannya
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa infeksi COVID-19 dapat memengaruhi kesehatan reproduksi pria, dengan dampaknya berpotensi diwariskan kepada keturunan mereka.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Penelitian yang dilakukan di Melbourne, Australia, menunjukkan bahwa tikus jantan yang terinfeksi virus ini mengalami perubahan signifikan pada sperma yang dapat meningkatkan kecemasan pada anak-anak mereka.
Studi ini dikerjakan oleh ilmuwan di Florey Institute of Neuroscience and Mental Health, yang melibatkan infeksi tikus jantan dengan virus penyebab COVID-19.
Setelah proses infeksi, tikus jantan tersebut dikawinkan dengan tikus betina, di mana peneliti kemudian mengevaluasi dampak kesehatan pada anak-anak yang dihasilkan dari tikus yang terinfeksi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Hasil dari studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications menunjukkan bahwa keturunan dari ayah yang terinfeksi menunjukkan perilaku yang lebih cemas.
Elizabeth Kleeman, penulis utama studi tersebut, menjelaskan, 'Kami menemukan bahwa keturunan yang dihasilkan menunjukkan perilaku yang lebih cemas dibandingkan dengan keturunan dari ayah yang tidak terinfeksi.'
Para peneliti mengidentifikasi bahwa infeksi virus telah mengubah molekul dalam RNA sperma tikus jantan yang terinfeksi.
Molekul RNA ini memiliki peranan penting dalam regulasi gen yang berhubungan dengan perkembangan otak, dan merupakan faktor signifikan dalam peningkatan kecemasan pada keturunan.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: