Warung Bakso Remaja Gading di Solo Dinyatakan Halal Setelah Pemeriksaan Laboratorium
Warung Bakso Remaja Gading yang terletak di Solo, Jawa Tengah, kini resmi dinyatakan halal setelah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak adanya kandungan bahan non-halal.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Solo, Wahyu Kristina, setelah warung tersebut sebelumnya ditutup sementara akibat dugaan pelanggaran.
Warung Bakso Remaja Gading, yang berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, ditutup oleh Satpol-PP Solo pada tanggal 3 November 2025 karena dugaan penggunaan bahan non-halal. Penutupan ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pangan.
Setelah proses pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada kandungan bahan non-halal dalam produk warung tersebut. Hal ini menjadi kabar baik bagi pemilik dan pelanggan setia warung bakso tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Meskipun hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa produk tersebut halal, Wahyu Kristina menjelaskan bahwa warung Bakso Remaja Gading belum memiliki sertifikat halal resmi. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Solo berencana memberikan bantuan dan pendampingan dalam mengurus legalitas dan sertifikasi halal.
"Tapi karena belum bersertifikat halal maupun kepengurusan legalitasnya belum, ini sekaligus ada pendampingan dari kami. Tim Kemenag untuk perolehan sertifikat halal," tambahnya. Pendampingan ini diharapkan dapat mempercepat proses legalisasi dan memperkuat jaminan keamanan pangan di Solo.
Terkait dengan dugaan penggunaan bahan non-halal, Thirthania Laura Damayanthie, anak dari pemilik warung, memberikan klarifikasi. Dalam penjelasannya, ia menjelaskan bahwa terjadi kesalahpahaman saat wawancara dengan petugas pemeriksa.
"Sebenarnya bakso kita itu halal. Tapi waktu Bapak saya diwawancarai (petugas), beliau bingung antara halal dan non-halal, jadi salah jawab. Padahal semua bahannya halal, tidak ada yang pakai babi atau bahan sejenis itu. Kami semua juga muslim," ungkap Thirthania. Klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan informasi yang mungkin telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelanggan.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: