Krisis di Pizzerias: Penutupan Restoran Pizza Hut di Inggris
Pizza Hut mengumumkan penutupan 68 restoran dan 11 outlet delivery di Inggris, menyebabkan pemutusan hubungan kerja bagi 1.210 karyawan. Keputusan ini diambil setelah perusahaan pengelola mengalami kebangkrutan.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
DC London Pie Limited, pengelola restoran Pizza Hut, telah menunjuk FTI Consulting sebagai administrator untuk menyelesaikan masalah keuangan. Meski situasi sulit, Yum! Brands, sebagai pemilik global, berkomitmen untuk menyelamatkan 64 restoran yang tersisa.
Pizza Hut telah berjuang dengan tantangan ekonomi yang berat di Inggris selama beberapa tahun terakhir. Meskipun branding sebagai restoran keluarga yang ikonik, mereka kini terpaksa mengalami kebangkrutan dua kali dalam waktu kurang dari setahun.
DC London Pie sebelumnya berhasil membeli bisnis Pizza Hut di Inggris dari kondisi bangkrut pada bulan Januari tahun ini. Namun, masalah keuangan yang terus memburuk membuat perusahaan tersebut terpaksa menutup sejumlah lokasi lagi.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Nicolas Burquier, Direktur Pizza Hut Eropa dan Kanada, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga operasional restoran yang masih buka dan memberikan dukungan kepada karyawan yang terdampak. Ia berjanji akan berusaha melakukan transisi dengan sebaik-baiknya.
Keputusan untuk menutup 68 restoran ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi oleh perusahaan dalam industri makanan cepat saji, terutama di tengah situasi pasar yang sulit saat ini.
Zoe Adjay, seorang pengamat dari University of East London, mengungkapkan bahwa Pizza Hut, yang dulunya merupakan pelopor industri pizza di Inggris pada tahun 1970-an, kini berhadapan dengan kompetisi dari merek-merek pizza baru yang lebih premium. "Pasar pizza sekarang jauh lebih premium. Ada banyak merek pizza kelas atas dan mereka merebut pangsa pasar besar," ujarnya.
Danni Hewson, analis keuangan di AJ Bell, menambahkan bahwa beberapa faktor yang memperburuk kondisi termasuk kenaikan biaya operasional dan kehati-hatian konsumen. "Menjalankan bisnis dining besar yang sudah terkenal memang sangat sulit," katanya.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: