Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dorong Penyerapan Anggaran untuk Efisiensi Negara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk tidak mengganggu program kementerian lain dalam Kabinet Merah Putih.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Ia menekankan pentingnya cepatnya penyerapang anggaran guna mencegah kerugian negara akibat inefisiensi penggunaan dana.
Dalam acara Hari Keuangan Nasional di Jakarta, Purbaya menyatakan, "Saya enggak ganggu program kerja kementerian yang lain. Saya pastikan saja anggaran yang mereka desain, diserap, itu saja." Pernyataan ini menggarisbawahi fokusnya pada optimalisasi anggaran yang dirancang oleh setiap kementerian.
Ia menambahkan, "Lu bikin program, ya lu serap (anggarannya). Karena setiap rupiah yang enggak kita pakai, itu saya harus bayar bunga." Purbaya menunjukkan betapa pentingnya penyerapan anggaran untuk menghindari beban bunga yang menggerogoti keuangan negara.
Contoh konkret yang disampaikan Purbaya adalah kewajiban membayar bunga sebesar Rp24 triliun per tahun dari total Rp400 triliun dana yang tidak terpakai dan mengendap di Bank Indonesia. Hal ini menjadi dasar bagi Purbaya untuk mendorong kementerian agar segera membelanjakan anggarannya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Menkeu juga menyoroti peluncuran Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP), yang bertujuan meningkatkan pemantauan penyerapan anggaran kementerian. Satgas ini diluncurkan pada Rabu, 22 Oktober, oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Purbaya menyatakan bahwa satgas akan melakukan pemantauan mingguan terhadap penyerapan anggaran K/L untuk menciptakan kejelasan serta percepatan dalam penggunaan anggaran yang telah direncanakan.
Ia menekankan, "Saya hanya bisa mengancam (Badan Gizi Nasional). Saya hanya bisa ngomong ke dia, belanjain tepat waktu. Kalau gak belanjain tepat waktu, gak tepat sasaran, saya ambil uangnya." Ini menunjukkan betapa seriusnya Purbaya dalam mengawasi penggunaan anggaran untuk memastikan program berjalan efektif.
Purbaya juga merespons kritik yang ditujukan kepada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut mendukung dua dari tiga pilar Sumitronomics: pemerataan pembangunan dan kecepatan pertumbuhan.
"Kalau Anda lihat tiga pilar Sumitronomics, pemerataan pembangunan, stabilitas, dan kecepatan pertumbuhan yang tinggi, yang dua itu adalah sebetulnya didukung oleh MBG," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya menjalankan program-program tersebut secara optimal, sesuai dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto, untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: