Bahlil Lahadalia Memaafkan Kritikan di Dunia Maya dan Fokus pada Kedaulatan Energi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memaafkan para pembuat dan penyebar meme yang menghina dirinya.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dia berpendapat bahwa kritik terhadap kebijakan yang ia keluarkan adalah hal yang wajar, meskipun beberapa meme mengarah ke ranah pribadi.
Bahlil mengungkapkan bahwa sejak kecil dia sudah terbiasa dihina, terutama karena latar belakang keluarganya yang bukan pejabat.
'Ibu saya kan memang hanya buruh cuci di rumah orang. Ayah saya buruh bangunan. Jadi hinaan itu terjadi sejak saya SD, masih kecil,' ujarnya.
Dia menekankan bahwa meskipun sudah terbiasa dengan hinaan, dia merasa kecewa ketika kritik tentang kebijakan bertransformasi menjadi serangan pribadi dengan unsur rasial.
'Kalau meme ke pribadi, yang sudah mengarah ke pribadi, saya itu memang sudah biasa dihina sejak masih kecil,' tambahnya.
Di tengah berbagai kritik yang diterimanya, Bahlil menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan kedaulatan energi nasional.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
'Sejengkal pun saya nggak akan pernah mundur,' tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa program lifting minyak dan gas bumi saat ini sudah melampaui target APBN, menunjukkan kemajuan signifikan di sektor tersebut.
'Gangguan itu jangan membuat kita lemah. Gangguan itu harus menjadi vitamin untuk kita,' Bahlil menambahkan, mengajak semua pihak untuk tetap kuat menghadapi tantangan.
Merespons situasi yang berkembang, Bahlil mengajak kader Partai Golkar untuk menghentikan pelaporan akun media sosial yang menyebarkan meme negatif.
'Saya nanti kasih tahu sama Sekjen. Sekjen coba panggil itu adik-adik kita,' katanya, berharap semua orang mau berdialog tanpa memperpanjang perselisihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: