Hubungan antara Raja Charles dan Pangeran William mengalami ketegangan signifikan, dengan kabar bahwa mereka tidak saling berbicara selama musim panas ini menandakan adanya konflik mendalam di dalam keluarga kerajaan Inggris.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Perbedaan pandangan mengenai masa depan monarki tampaknya menjadi akar masalah utama yang memicu perselisihan antara mereka.
Perselisihan antara Raja Charles dan Pangeran William ternyata bukanlah hal baru. Sejak awal tahun ini, keduanya terjebak dalam perdebatan mengenai arah dan visi monarki Inggris.
Menurut seorang sumber dari kalangan kerajaan, William menilai pendekatan yang diambil oleh Charles ketinggalan zaman. 'Bagi William, terus menjalankan monarki seperti di masa Raja Edward terasa aneh untuk saat ini,' ungkap sumber tersebut.
Di sisi lain, Charles melihat pendekatan modern putranya sebagai tanda kurangnya rasa hormat terhadap tradisi. 'Bagi Charles, pendekatan putranya yang lebih santai sama dengan kurangnya rasa hormat terhadap tradisi,' tambahnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Ketegangan semakin meningkat setelah wawancara Pangeran William dalam serial 'The Reluctant Traveler'. Ia menekankan pentingnya reformasi dalam monarki dan keinginan untuk tidak kembali pada praktik yang membebani dirinya dan Duke Harry saat tumbuh dewasa.
"Saya harap kita tidak kembali ke beberapa praktik di masa lalu yang harus saya dan Harry jalani saat tumbuh dewasa," ujar William, menggarisbawahi keinginan untuk kemodernan dalam sistem monarki.
Namun, komentar tersebut tidak diterima baik oleh istana. Seorang sumber mencatat bahwa pernyataan William dipandang sebagai bentuk 'pengkhianatan' oleh Raja Charles, yang merasa bahwa kejujuran William tidak bisa diterima.
Meskipun hubungan mereka dilaporkan memburuk, masih ada harapan untuk rekonsiliasi antara kedua figur penting ini. Beberapa kalangan dalam keluarga kerajaan meyakini bahwa meski ada perbedaan pandangan, ikatan di antara mereka tetap kuat.
"Mereka memiliki kesamaan dalam pekerjaan, banyak minat yang sama, dan bersatu dalam visi mereka tentang peran keluarga kerajaan," ungkap sumber lain, memberikan gambaran optimis tentang potensi dialog yang mungkin akan terjadi.
Saat ini, proses damai di antara keduanya sedang dalam perencanaan, sehingga diharapkan ada jalan keluar dari konflik yang ada.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: