Rencana Ambisius LRT Gantung di Jakarta Timur
Proyek pembangunan moda transportasi baru kembali menggeliat di kawasan timur Jakarta dengan tawaran LRT gantung yang menghubungkan Cibubur dan Mekarsari sepanjang 11,5 kilometer.
Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat
Investasi yang diperkirakan mencapai Rp6,6 triliun ini diharapkan menjadi moda penghubung bagi jalur utama transportasi massal di Jabodebek.
Salah satu teknologi yang diusulkan untuk proyek LRT gantung adalah dari Unitsky Nusantara. Konsep transportasi string atau UST dianggap adaptif terhadap kondisi kota modern, dengan keunggulan arsitektural yang fleksibel.
Perusahaan menjelaskan bahwa 'Salah satu keunggulan utama string transport UST adalah fleksibilitas arsitekturalnya - mampu terintegrasi langsung dengan bangunan komersial, pusat bisnis, kawasan hunian, hingga infrastruktur kota yang sudah ada.'
Teknologi ini menjanjikan jalur yang terbang di atas permukaan tanah tanpa memerlukan pembebasan lahan yang besar. Struktur ramping memudahkan pembangunan di atas infrastruktur yang sudah ada, meski di area yang padat.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Konsep LRT gantung diyakini menawarkan efisiensi biaya serta nilai tambah bagi kawasan yang dilalui. Penghematan terbesar terletak pada minimnya kebutuhan lahan, sehingga investasi menjadi lebih hemat dibandingkan moda LRT konvensional.
Unitsky Nusantara juga menekankan bahwa sistem ini 'tidak memaksa kota berubah, tapi beradaptasi dengan cerdas terhadap struktur yang ada, menciptakan konektivitas baru tanpa mengganggu ruang hidup.'
Integrasi stasiun yang dekat dengan pusat bisnis dan hunian diharapkan dapat meningkatkan nilai properti dan memperindah lanskap kota.
Meskipun memiliki potensi yang besar, proyek LRT gantung ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut mengenai skema investasi, kesiapan teknologi, regulasi, dan integrasi antar moda transportasi. Pemerintah menyatakan bahwa proyek masih dalam tahap studi dan penjajakan kerja sama dengan calon investor.
Arif Anwar, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian, menjelaskan, 'Posisi saat ini mereka lagi mengerjakan studi FS, dan ini dilepas ke investor, kira-kira seperti apa.'
Hasil studi ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan tentang jenis investasi yang akan dilakukan, apakah berupa investasi murni atau kerjasama pembangunan dengan perusahaan.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: